Jakarta – Menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Muhaimin Iskandar bertekad mewujudkan program pengembangan masyarakat Kota Terpadu Mandiri (KTM) di daerah trasmigrasi. Salah satu bagian penting dalam program tersebut adalah membangun kewirausahaan.
Kementrian Tenaga Kerja dan dan Transmigrasi sejauh telah menyiapkan 44 paket pertumbuhan kawasan transmigrasi baru atau KTM. Beberapa KTM percontohan telah berhasil dibangun dan berkembang sukses dalam kurun waktu 3 tahun.
Dalam rangka mewujudkan program tersebut, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggalang dukungan dari lintas Kementerian dan lintas sektoral terkait rancangan menbuat Surat Keputusan Bersama (SKB) sebagai upaya bersama dalam mendukung Program Tansmigrasi Menjadi Program Prioritas Nasional pada tahun 2011.
Demikian dikatakan Menteri tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar dalam acara Dialog Keberhasilan Transmigrasi dan Peluncuran Buku Transmigrasi Bisa di Jakarta, Rabu 10 Maret 2010.
“Saya akan terus berjuang untuk para transmigran agar semakin berhasil di masa depan, saya akan mati-matian menyiapkan lahan dan sarana agar transmigran yang akan pindah nantinya lebih mudah untuk berhasil,” tegas Menteri.
Menurutnya, kementrian yang dipimpinnya selama ini telah merintis kerja sama dengan penandatangan MoU lintas Kementerian, misalnya dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian ESDM, dll.
Salah satu kendala yang dihadapi dalam pengembangan program transmigrasi adalah terbatasnya anggara. Oleh karena itu dibutuhkan adanya kerja sama lintas kementerian dan lintas sektoral terkait untuk penambahan anggaran.
Saat ini di Kemenakertrans, anggaran yang tersedia untuk transmigrasi hanya sebesar Rp. 1,5 trilyun, padahal paling tidak, dibutuhkan penambahan dana sebesar Rp. 5 trilyun untuk stimulus pembangunan infrastruktur dan investasi, kata menteri yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa itu.
“Dengan adanya kerja sama lintas sektoral yang terkait, program transmigrasi menjadi lebih komprehensif sebagai program percepatan pembangunan ekonomi baru di berbagai daerah. Dengan dukungan bersama, otomatis anggaran untuk program tarnsmigrasi akan bertambah secara signifikan dan fokus,” lanjut menteri.
Oleh karena itu, menurutnya, Ia akan terus meyakinkan berbagai pihak terutama Bapak Presiden SBY agar program ini menjadi Program Prioritas Nasional, sehingga pembangyunan dan penggunaan anggaran menjadi lebih fokus untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
Khamenei Minta Militer Iran Tingkatkan Kemampuan
Presiden Prabowo Terima Menlu Prancis, Tekankan Penguatan Kemitraan
Pemerintah Pastikan Produksi Beras Nasional Surplus
Jepang Siap Selenggarakan Program Kerja Sama dengan Indonesia









