maiwanews – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton, akan melakukan pembicaraan dengan Menlu Rusia, Sergei Lavrov terkait krisis Suriah, Jum’at 29 Juni 2012. Kedua Menlu akan bertemu di St. Petersburg menjelang konferensi internasional mengenai krisis Suriah dalam usaha untuk menyelesaikan perbedaan kedua belah pihak mengenai rencana transisi bagi Suriah.
Perwakilan beberapa negara dan organisasi regional berencana melakukan pertemuan di Jenewa hari Sabtu 30 Juni. Rencana pertemuan itu merupakan permintaan utusan perdamaian internasional, Kofi Annan. Annan ingin peserta pertemuan tersebut menyepakati beberapa gagasan baru untuk menyelesaikan konflik Suriah. Sumber-sumber diplomatik PBB mengatakan Annan mengajukan usulan pembentukan pemerintah persatuan Suriah tanpa menyebutkan dengan tegas bahwa Presiden Assad tidak dilibatkan dalam pemerintah persatuan Suriah tersebut.
AS dan beberapa negara lain termasuk Inggris dan Italia mengecam kepemimpinan presiden Suriah, Bashar al-Assad, dan mendesak Assad unuk mundur. Sementara Rusia menolak seruan agar Presiden Assad meletakkan jabatannya. Dalam sebuah kesempatan, Lavrov mengatakan solusi krisis Suriah harus ditentukan masyarakat Suriah sendiri. Rusia dikatakan tidak akan mendukung campur tangan pihak lain.
Kelompok oposisi Suriah sebelumnya telah menegaskan menolak semua bentuk rencana transisi jika tidak secara tegas mengharuskan Presiden Assad untuk mundur. Sementara 27 Juni lalu di Latvia, Menlu Clinton mengatakan setiap solusi harus sesuai standar Hak Asasi Manusia (HAM) internasional, pemerintah beranggung jawab, dan kesempatan sama bagi semua rakyat Suriah. (aso/VoA)
Presiden dan Kepala BPI Danantara Bahas Investasi Strategis
Fatmawati Rusdi Hadiri Ibadah Akbar Bertema 'Peace Maker'
Menlu AS Beri Penghargaan Perempuan Pemberani Internasional 2025
Pemerintah Pastikan Produksi Beras Nasional Surplus
Presiden Terima Delapan Pengusaha Besar, Bahas Perekonomian dan Investasi Nasional









