maiwanews – Meski sudah dirazia polisi, warga Pekanbaru resah dengan masih beredarnya VCD bajakan Haddad Alwi edisi ‘Muhammad Nabiku’ yang di dalamnya disusukan ajaran agama lain.
Kepingan VCD bajakan album Haddad Alwi tersebut, masih ditemukan banyak beredar di pedagang di Pekanbaru yang dalam salah satu lagunya, terdapat pesan agama lain.
VCD bajakan itu dinilai jelas-jelas mengandung unsur penistaan agama yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. VCD bajakan itu juga dinilai sebagai upaya pembunuhan karakter akan sosok Haddad Alwi.
Dalam video bajakan tersebut diceritakan, salah seorang anak kecil yang mencari siapa Tuhan dan agamanya. Di akhir VCD dibuat tidak sesuai dengan lagu Islami yang dinyanyikan Haddad Alwi, yakni disusupkan pesan dari agama lain.
Sebelumnya diketahui, jajaran Polres Kota Pekanbaru merazia VCD bajakan milik pelantun lagu Islami Haddad Alwi, Rabu, 13 Oktober 2010.
“Razia dilakukan dikarenakan isi dari video yang mengandung unsur penistaan agama,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Pekanbaru Ajun Komisaris Polisi Sapta Maulana Marpaung di Pekanbaru, Kamis, 14 Oktober 2010.
Menurut Sapta, pihaknya mengerahkan tim untuk merazia di seluruh toko VCD yang ada di Pekanbaru. Ini dilakukan, karena VCD bajakan album Muhammad Nabiku itu dikhawatirkan akan memicu terjadinya konflik antar agama.
“Kita akan terus merazia hingga tak ada lagi kepingan VCD bajakan yang beredar,” kata Sapta menjanjikan.









