Toyota Land Cruiser Pickup (LC75) mengganti mesin lamanya dengan V6. Mesin baru tersebut menggantikan mesin enam silinder segaris yang legendaris di kalangan tuner di kawasan Timur Tengah. Dengan mesin baru, pickup ini kini punya nama baru yaitu LC79.
Mesin lama berkapasitas 4.5 liter enam silinder terkenal karena daya tahannya sehingga jadi pilihan banyak orang untuk mengarungi gurun-gurun paling kering di kawasan itu. Namun seiring perubahan zaman, mesin ini dinilai konsumsi bahan bakarnya dinilai tidak sebanding dengan tenaga yang dihasilkannya. Toyota menggantinya dengan mesin 4.0 liter V6 yang juga dipakai Toyota Fortuner.
Mesin ini diarahkan untuk menghasilkan torsi lebih besar karena harus mengangkut beban berat. Dari pengujian Toyota, mesin ini memproduksi daya maksimal 228hp dan torsi puncak 360Nm. Jika dibandingkan langsung dengan produksi mesin lama, perbedaannya tidak signifkan.
Mesin lama memproduksi daya maksimal 220hp sementara torsinya lebih besar yaitu mencapai 384Nm. Mengapa begitu? Karena memang bukan itu tujuan utama dari penggantian mesin. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi bahan bakarnya. Dan faktanya, mesin baru diperkirakan lebih hemat 20%.
Sebagai alternatif, Toyota menyediakan mesin 4.2 liter enam silinder segaris diesel yang memproduksi 131hp dan torsi 285Nm. Differential depan dan belakang di hubungkan dengan differential lock yang bisa dipilih secara elektronik mana yang akan di kunci, gardan belakang atau gardan depan dan belakang.
Heavy duty suspension terdiri dari per daun di roda belakang dan coil spring di depan. Pickup ini juga bisa melakukan pemindahan sistem pengerak menjadi 4WD pada saat mobil sedang melaju tidak perlu harus berhenti dulu. Kemampuan ini dikenal dengan sebutan shift-on-the-fly.
Selain menyediakan versi short wheelbase dengan 3 pintu yang dikenal sebagai Capsula Wagon dan dipasarkan di Oman, Land Cruiser pickup juga menyediakan versi long-wheel base lima pintu yang disebut juga LC76. Versi ini banyak dipasarkan di Australia. (Toyota)
.









