Meski Bukan Suara Terbanyak Kedua, Eva Sundari Ganti Pramono di DPR

maiwnews – Anggota DPR RI Pramono Anung ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) menggantikan Andi Widjojanto dalam reshuffle Kabinet Kerja beberpa waktu lalu.

Menurut peraturan, pergantian antara waktu (PAW) anggota DPR dilakukan dengan menunjuk calon anggota DPR yang memperoleh suara terbanyak di urutan berikutnya dari partai poltik yang sama.

Namun posisi Pramono Anung yang kosong di DPR dipastikan akan diisi oleh Eva Kusuma Sundari, meskipun Eva bukan calon yang memperoleh suara terbanyak kedua setelah Pramono.

Saat ini, proses PAW sedang berjalan dan Eva Sundari sendiri sudah dipanggil oleh DPP PDI Perjuangan. Menurut Eva, DPP PDIP sudah menyerahkan surat permohonan PAW itu ke pimpinan DPR yang selanjutnya diteruskan kepada KPU.

Eva sendiri mengakui bahwa dirinya berada di posisi ketiga perolehan suara pemilu legislatif (Pileg). Namun kata Eva, DPP PDIP memutuskan menunjuk dirinya menggantikan Pramono.

“Ada satu (calon) di atasku lebih banyak (perolehan suaranya),”  kata Eva Kusuma Sundari di kantor CSIS, Jalan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2015).

Meskipun sudah pernah menjadi anggota DPR RI, Eva Kusuma Sundari yang lahir di Nganjuk 5 Oktober 1965 ini mengaku mendapat kehormatan ditunjuk oleh DP PDIP menggantikan Pramono Anung di DPR RI.

Nama anggota Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) ini pada penyusunan Kabinet Kerja pimpinan Jokowi-JK, sempat beredar akan menempati posisi salah satu menteri.