MHA Sampaikan Alasan Tolak UAS Masuk Singapura

20220518-abdul-somad-10jan2018
Ustadz Abdul Somad Batubara dalam sebuah tabligh Akbar di Kota Batam. 10 January 2018.

maiwanews – Pemerintah Singapura melalui Kementerian Dalam Negeri menyampaikan alasan penolakan terhadap Ustadz Abdul Somad Batubara. Dijelaskan bahwa ulama kondang ini dinilai menyebarkan ajaran ekstrimis dan segregasi.

Kementerian Dalam Negeri (Ministry of Home Affairs/MHA) Singapura pada keterangannya hari Selasa (17/05/2022) mengkonfirmasi kedatangan Ustadz Abdul Somad beserta rombongan berjumlah enam orang. Mereka bertujuh tiba di Terminal Feri Tanah Merah Singapura Senin (16/05/2022).

Setiba di terminal, Ustadz Soad sempat diwawancarai sebelum kemudian disampaikan penolakan masuk ke Singapura. Rombongan kemudian ditempatkan di feri kembali ke Batam pada hari itu juga.

Menurut MHA Singapura, Ustadz Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi. Ajaran ini tidak dapat diterima di masyarakat multi ras dan multi agama sebagaimana di Singapura. Kementerian itu mencontohkan, Ustadz Somad dalam suatu kesempatan ceramahnya menyampaikan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Palestina-Israel.

Ustadz Somad atau akrab juga dengan inisial UAS dikatakan menilai aksi bom bunuh diri dalam konteks tersebut dianggap sebagai operasi syahid. Dia juga disebut telah membuat komentar bersifat merendahkan anggota komunitas agama lain, dalam hal ini adalah penganut agama Kristen.

Komentar merendahkan itu adalah pernyataan bahwa salib Kristen sebagai tempat tinggal jin kafir. MHA juga beralasan bahwa penolakan dilakukan mengingat Ustadz Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai kafir.

Terkait masuknya pengunjung ke Singapura, MHA menegaskan, tidak otomatis atau hak. Otoritas Singapura menilai setiap kasus berdasarkan kemampuannya sendiri. Sementara UAS dikatakan telah berusaha memasuki wilayah Singapura dengan pura-pura untuk melakukan kunjungan sosial.

MHA menegaskan, pemerintah Singapura memandang serius anjuran kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi (pemisahan -red) oleh siapapun. UAS dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura. (z)