Migrant Care: SBY Paling Lemah Dalam Diplomasi TKI

SBY 3maiwanewsDirektur Eksekutif  Migrant Care Anis Hidayat menilai, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) paling lemah dalam melakukan diplomasi terhadap perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah di luar negeri dibanding presiden sebelumnya.

Anis membandingkan diplomasi SBY dengan pendahulunya terkait TKI, baik Abdurrahman Wahid maupun Megawati Soekarnoputri. Abdurrahman Wahid atau Gus dur, menurut Anis, dulu berdiplomasi dengan Raja Arab Saudi terkait TKI asal Madura bernama Siti Zaenab yang mendapat vonis hukuman mati.

“Gus Dur menelepon langsung Raja Fahd di Arab, sehingga ditunda vonis hukuman matinya,” kata Anis dalam diskusi bertajuk ‘Pahlawan Devisa yang Tersiksa’ di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu 20 November 2010.

Sedangkan saat menjabat sebagai presiden, lanjut Anis, Megawati Soekarnoputri mengundang keluarga Nirmala Bonat, TKI asal Nusa Tenggara Timur, bersama keluarganya datang ke istana ketika sedang menghadapi masalah hukum di Malaysia.

Sementara saat ini, Anis mempertanyakan peran SBY terkait penyelesaikan persoalan dua orang TKI yang saat ini sudah dieksekusi mati di Arab Saudi dan Mesir, dan seorang TKI lagi yang tengah menghadapi ancaman eksekusi mati Arab Saudi.

Menurut Anis, berdasarkan catatan Migrant Care, di Arab Saudi ada sekitar 5.600 kasus TKI yang mengalami penganiayaan baik berupa perkosaan seksualitas. Menurutnya, ini yang terpantau, yang lain belum ditahui.

Anis menilai, diplomasi SBY terkait TKI yang tersandung masalah di luar negeri, sangat lemah. “Padahal diplomasi TKI dari seorang presiden itu penting sekali,” kata Anis.

BERITA LAINNYA

.