Militer Australia dan Cina akan Gelar Latihan Bersama

Kapal Perusak AS, USS Lassen (Foto U.S. Navy: Petty Officer 2nd Class Corey T. Jones)
Kapal Perusak AS, USS Lassen (Foto U.S. Navy: Petty Officer 2nd Class Corey T. Jones)

maiwanews – Angkatal Laut (AL) Australia dan Cina akan menggelar latihan militer bersama Senin pekan depan. Latihan nantinya menggunakan peluru tajam. Direncanakan Australia akan mengirim dua kapal fregat ke pelabuhan Zhanjiang, Cina Selatan.

Menteri Pertahanan Marise Payne dalam sebuah pernyataannya menyebutkan AL Australia telah lama menjalin kerjasama dengan AL negara lain di kawasan dan secara teratur melakukan kunjungan ke pelabuhan serta melakukan latihan bersama, termasuk dengan Cina.

Rencana latihan bersama diambil ditengah ketegangan Cina dengan Amerika Serikat. Kapal perusak USS Lassen dilengkapi peluru kendali berlayar dalam radius 12 mil laut dari salah satu pulau buatan di kepulauan Spratly Selasa 27 Oktober pekan ini. Menurut hukum internasional, wilayah perairan sebuah negara adalah sampai jarak 12 mil dari pantainya. Namun, Amerika dan negara-negara lain mengemukakan argumentasi bahwa peraturan ini tidak dapat berlaku pada pulau buatan.

Beijing melancarkan proyek pembangunan besar-besaran tahun lalu untuk mengubah kumpulan karang menjadi pulau hingga dapat menjadi landas pacu dan fasilitas lain. Beijing juga telah memperingatkan tidak akan membiarkan satu negara pun melanggar wilayah udara Spratly. Selain Cina, wilayah tersebut juga diklaim oleh oleh Filipina, Vietnam, Taiwan dan negara-negara Asia lain di kawasan.

Laut China Selatan merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Amerika mengutip hukum internasional dalam mempertahankan sikapnya bahwa perairan territorial pulau-pulau buatan itu tidak berhak diklaim oleh suatu negara. Australia menyatakan mendukung tindakan Washington pekan ini. (m012/VoA 1 2/uh)