Mudik via Pantura: Waspadai Kemacetan Karena “Truk Keong”

maiwanews – Lebaran atau Idul Fitri kurang lebih sepekan lagi. Arus kendaraan baik mobil maupun motor para pemudik yang mengambil jalur pantai utara Jawa (Pantura) sudah mulai memadat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, momok kemacetan masih menghantui jalur Pantura.

Kebanyakan kalangan hanya mengkhawatirkan kemacetan yang disebabkan oleh kecelakaan, jalan rusak, pasar tumpah maupun proses perbaikan jalan/jembatan yang belum rampung. Padahal, ada penyebab kemacetan lain yang tak kalah besar kontribusinya dalam menciptakan kemacetan yakni “truk keong”, atau truk yang kelebihan muatan.

Akibat muatan yang tidak seimbang dengan kapasitas mesin kendaraan, truk yang kebanyakan berukuran besar dan kelebihan muatan berjalan sangat pelan.  Truk besar yang akhir-akhir ini semakin mendominasi jalan sepanjang jalur Pantura, dianalogikan berjalan seperti keong.

Saking lambatnya, deretan truk keong bisa menyebabkan kemacetan hingga berkilo-kilo meter. Apalagi saat jalan mulai sedikit menanjak seperti di daerah Batang, Jawa tengah, maka kecepatan truk keong bisa hanya 5 km/jam bahkan kurang.

Berdasarkan pantauan maiwanews, efek kemacetan akan makin parah saat truk keong yang sedikit lebih cepat lainnya berniat menyalip. Akibatnya, akan terjadi sumbatan jalan yang bisa berlangsung cukup lama karena proses penyalipan yang berlangsung sangat pelan.

Menurut Rudy, salah seorang pengguna jalur Pantura dengan mobil, kemacetan akibat truk keong hanya bisa diatasi dengan penegakan aturan batasan muatan kendaraan sehingga semua truk bisa melaju dengan kecepatan minimum yang diharuskan. (Ylh-maiwanews)