
maiwanews – Seorang juru bicara pemerintah bayangan Myanmar Sabtu 24 April menyatakan menyambut baik seruan ASEAN untuk mengakhiri kekerasan di negara itu. Pemerintah bayangan merupakan anggota parlemen sebelum pemerintahan Aung San Suu Kyi digulingkan 1 Februari lalu.
Seruan untuk mengakhiri kekerasan disampaikan usai KTT ASEAN di Jakarta Sabtu 24 April. ASEAN dalam rilisnya Sabtu 24 April menyatakan telah menghasilkan konsensus bahwa kekerasan di Myanmar akan dihentikan. Juru bicara pemerintah bayangan Myanmar menyebutnya sebagai kabar menggembirakan.
Menteri kerjasama internasional Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) Myanmar, Dr. Sasa, di persembunyiannya mengatakan antusias menunggu langkah tegas ASEAN menindaklanjuti keputusannya.
Anggota parlemen Pemerintah Persatuan Nasional saat ini sedang diburu oleh pemerintahan militer Myanmar di bawah pimpinan Jenderal Min Aung Hlaing. Mereka diburu karena dianggap telah melakukan pengkhianatan tingkat tinggi. (VOA+m)
Dankormar Sambut Kepulangan Satgas TNI Kontingen Garuda Unifil TA 2024
Vladimir Putin Pimpin Pertemuan Komisi Industri Militer Rusia
Prabowo Subianto Tiba di Malaysia untuk Kunjungan Kenegaraan
Ucapkan Selamat Natal, Kapolri Serukan Persatuan dan Kesatuan
Masyarakat Kenya Manfaatkan Aplikasi Ponsel untuk Melacak Migrasi Burung









