
maiwanews – Badan Penerbangan dan Antariksa (National Aeronautics and Space Administration) Selasa 16 November menkonfirmasi adanya laporan mengenai uji coba senjata anti satelit (Anti-Satelit/ASAT) Rusia.
Administrator NASA Bill Nelson dalam keterangannya disebutkan bahwa pada hari Senin Waktu Standar Moskow, tim Kontrol Penerbangan Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) menerima informasi tentang indikasi pecahnya satelit.
Kehancuran satelit akibat uji coba senjata anti satelit Rusia tersebut menurut Bill Nelson dapat menciptakan puing-puing sampah di luar angkasa. Jumlah puing itu cukup untuk menimbulkan ancaman konjungsi ke stasiun. Sementara astronot dan kosmonot ISS melakukan prosedur darurat untuk keselamatan.
Para kru dibangunkan dan diarahkan untuk menutup palka ke modul radial di stasiun, termasuk Columbus, Kibo, Modul Serbaguna Permanen, Modul Aktivitas Dapat Diperluas Bigelow, dan Quest Joint Airlock. Lubang palka antara segmen AS (Amerika Serikat) dan Rusia tetap terbuka.
Tindakan pencegahan tambahan untuk melindungi kru dilakukan selama dua kali melewati atau mendekati awan puing setiap 90 menit. Anggota kru masuk ke pesawat ruang angkasa mereka sesaat sebelum jam 2 pagi EST (Eastern Standard Time) dan tetap di sana sampai sekitar jam 4 pagi.
“Seperti Menteri Blinken, saya marah dengan tindakan tidak bertanggung jawab dan tidak stabil ini. Dengan sejarah panjang dan bertingkat dalam penerbangan antariksa manusia, tidak terpikirkan bahwa Rusia akan membahayakan tidak hanya astronot mitra Amerika dan internasional di ISS, tetapi juga kosmonot mereka sendiri”, ungkap Bill Nelson.
Tindakan Rusia itu dikatakan tidak hanya membahayakan astronaut dan kosmonaut, tapi juga taikonaut dan stasiun luar angkasa milik China.
Astronaut, kosmonaut, dan taikonaut pada dasarnya sama-sama berarti antariksawan, perbedaannya adalah asal antariksawan tersebut. Amerika menggunakan istilah astronaut, Rusia menggunakan nama kosmonaut, dan China memakai nama taikonaut.
Bill Nelson menegaskan, semua negara memiliki tanggung jawab untuk mencegah penciptaan puing-puing ruang angkasa dengan sengaja dari ASAT dan untuk mendorong lingkungan ruang angkasa aman dan berkelanjutan.
“NASA akan terus memantau puing-puing dalam beberapa hari mendatang dan seterusnya untuk memastikan keselamatan kru kami di orbit”, ungkap Bill Nelson.









