
maiwanews – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah meninjau perkembangan proyek pembangunan jalan penghubung Toraja Utara dengan Luwu. Ruas jalan tersebut sepanjang 53 kilometer dengan pengaspalan tahap pertama selebar 7 meter dari rencana 14 meter.
Dalam pernyataannya saat peninjauan di Bastem Rabu 30 September, Gubernur Nurdin mengatakan mendukung pertumbuhan ekonomi di Tana Toraja maupun Luwu Raya melalui pembangunan jalan penghubung antara Toraja Utara dan Luwu. Sejak Indonesia merdeka, masyarakat di kawasan itu belum menikmati akses jalan dengan kondisi baik.
Dengan adanya rencana menghubungkan bandara Bua dengan Rantepao, akan berdampak kepada masyarakat di sepanjang jalan, utamanya di wilayah Bastem, perbatasan antara Toraja Utara dengan Luwu.
Menurut Gubernur Nurdin, Bastem sangat jauh dari Luwu maupun Rantepao, Toraja Utara. Ia berharap dengan adanya jalan tersebut dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Terlebih karena produk hasil pertanian masyarakat masyarakat setempat dinilai akan lebih mudah diakses ke pasar dibandingkan dengan sebelum dibukanya jalan penghubung. Tadinya masyarakat berjalan kaki untuk mencapai Kota Rantepao Toraja Utara atau Luwu.
Terbukanya akses penghubung juga akan membuka potensi pengembangan berbagi produk serta industri pariwisata. Turis dari Toraja dapat melanjutkan berwisata ke Pantai di Luwu dan Palopo.
Gubernur Nurdin berharap tahun 2021 pembangunan jalan sudah tuntas. Setelah jalan Rantepao Palopo putus, jalan tersebut akan menjadi jalan pengganti. Oleh karena itu, akses jalan ini diserahkan ke Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk menjadi jalan nasional. (Pemprov Sulsel/Humas)
Gubernur Sulsel Tinjau Pengerjaan Jalan Hertasning
Gubernur Sulsel Tinjau Pengaspalan Jalan Poros Baliase–Pombakka
Prabowo Terima Albanese, Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia
Danlantamal VI Tinjau Kesiapan Personel Gabungan Pengamanan Hari May Day
Ukraina Tegaskan Pentingnya Dukungan Kawasan Eropa Tenggara









