
maiwanews – Kanselir Jerman Olaf Scholz mengakui sanksi terhadap Rusia berdampak pada ekonomi negaranya. Namun pihaknya berusaha mencegah kerugian lebih serius dengan berbagai langkah termasuk bantuan pinjaman, premi, dan paket bantuan lainnya.
Namun kerugian akibat sanksi terhadap Rusia masih lebih baik dibanding dengan dampak buruk jika Presiden Rusia Vladimir Putin berhasil dengan langkah militernya. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato pada pembukaan pameran dagang Hannover Messe hari Minggu (29/05/2022), Tasnimnews melaporkan hari Senin (30/05/2022).
Banyak perusahaan dikatakan mengalami kerugian ekonomi, tapi tujuan Jerman sanat jelas, yaitu mengakhiri konflik di Ukraina sesegera mungkin.
Krisis Ukraina berawal ketika Moskow memerintahkan Operasi Militer Khusus untuk demiliterisasi di wilayah Ukraina. Oleh negara-negara Barat, operasi ini disebut sebagai invasi.
Moskow beranggapan, operasi militer perlu dilakukan untuk membantu Donbass sebagaimana diminta pemerintah setempat. Rusia tidak bermaksud menduduki wilayah Ukraina.
Militer Rusia melancarkan serangan ke Ukraina sejak 24 Februari. Amerika Serikat beserta beberapa negara lainnya menjatuhkan sanksi dan menyalurkan bantuan peralatan pertahanan ke Ukraina. (z)









