Ormas Hidayatullah Sesalkan Pertikaian di Ambon

logo-hidayatullahPertikaian dua kelompok di Ambon, Maluku, Ahad 11 September 2011 akibat simpang siurnya informasi yang berujung kerusuhan disayangkan organisasi massa Islam, Hidayatullah. Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas PP Hidayatullah, Mahladi, melalui pernyataan tertulisnya.

Hidayatullah menyayangkan terjadinya tindak kekerasan dan meminta aparat keamanan serta tokoh-tokoh masyarakat untuk segera menenangkan suasana. Pertikaian itu hendaknya diselesaikan dengan bijaksana dan seadiladilnya.

Mahladi juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi atas berita-berita yang belum pasti kebenarannya. “Islam mengajarkan di dalam al-Qur’an (Surat al-Hujarat ayat 6) agar umatnya meneliti terlebih dahulu kebenaran berita yang dibawa kaum fasik agar tidak mencelakakan suatu kaum karena kecerobohan”, demikian pernyataan Mahladi.

Semua potensi konflik seyogyanya segera diredam, baik di Ambon maupun di wilayah lain di Indonesia. Kejadian di Ambon pada Ahad kemarin menunjukkan bahwa potensi tersebut sampai sekarang masih besar. Mahladi juga mendoakan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi petunjuk dan kekuatan kepada kita dalam menegakkan ke­be­naran dan keadilan.

Bentrok dua kelompok di Ambon dipicu oleh isu meninggalnya seorang tukang ojek, Darvin Daimen, akibat ditikam salah satu kelompok. Pihak kepolisian telah menegaskan bahwa kabar itu tidak benar, Darvin murni tewas karena kecelakaan tunggal. Saat ini kondisi di Ambon berangsur-angsur mulai aman.