Pada Kuartal I-2010, Bank Mandiri Raup Laba Rp 2 Trilyun

Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk berhasil meraup laba bersih di kuartal I-2010 sebesar Rp 2 triliun. Dengan demikian laba Bank Mandiri naik sebesar 43,1% Logo Bank Mandiridibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni sebesar Rp 1,4 triliun.

“Kenaikan laba bersih perseroan ini didorong oleh kenaikan laba operasi menjadi Rp 2,7 triliun. Pertumbuhan kredit juga ikut mendorong peningkatan laba bersih perseroan,” ujar Agus Martiwardojo.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Agus Martowardojo dalam jumpa pers di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat, 23 April 2010.

Pada kuartal I-2010 lanjut Agus, Bank Mandiri telah membukukan pertumbuhan kredit sebesar 14,2% menjadi Rp 201,9 triliun, dari total kredit pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar Rp 176,9 triliun. “Pertumbuhan kredit tersebut diperkirakan lebih tinggi dari pertumbuhan kredit perbankan nasional,” ujar Agus.

Sementara itu, pada kuartal I tahun ini, persentase kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) Bank Mandiri tercatat menurun menjadi 0,55% dari 1,46% di kuartal I-2009. Penurunan NPL ini terjadi karena restrukturisasi kredit macet yang dilakukan Bank Mandiri selama ini.

Jumlah dana masyarakat (Dana Pihak Ketiga/DPK) Bank Mandiri juga tercatat meningkat 15% menjadi Rp 312,9 triliun. Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mandiri juga tercatat meningkat menjadi 16%.

Bank milik pemerintah tersebut juga telah menyalurkan kredit modal kerja (KMK) kepada Perum Pegadaian sebesar Rp 1 triliun, untuk keperluan pengembangan bisnis.

Penambahan kredit ini dimaksudkan untuk meningkatkan total penyaluran kredit salah satu Bank terbesar di Indonesia itu ke Pegadaian dari total kredit Rp 4,5 triliun per Maret 2010, menjadi Rp 5,5 triliun.