
maiwanews – BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Bali dan kabupaten telah mendirikan posko lapangan tanggap darurat. Berdasarkan informasi dari BNPB (Badan Nasional Penaggulangan Bencana) Selasa 19 Oktober, lokasi posko itu terdapat di tempat yaitu di Kabupaten Bangli dan Karangasem.
Satu posko didirikan di Desa Ban Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem, sedangkan satu posko lainnya berada di Dermaga Kedisan Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli.
Pejabat BPBD Provinsi Bali, I Wayan Gede Eka Saputra, hari Selasa kepada BNPB mengatakan kedua posko berfungsi antara lain menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa dan sebagai posko siaga bagi warga jika ingin mengungsi.
Warga dikatakan saat ini lebih memilih mengungsi di rumah keluarga terdekat karena khawatir akan harta benda di rumah mereka. Untuk itu bantuan logistik didistribusikan langsung ke lokasi masing-masing.
Selain pembangunan posko, petugas berwenang telah melakukan upaya membuka jalan setelah sebelumnya tertutup oleh longsor. Sejumlah alat berat dikerahkan di Desa Trunyan, Kintamani. Sementara distribusi logistik ke wilayah itu dilakukan melalui jalur danau.
Selain BNPB serta BPBD provinsi dan kabupaten, upaya penanganan pascagempa juga melibatkan TNI-Polri, instansi lintas unit, serta relawan dan masyarakat.
Sebelumnya diberitakan gempa bumi di Bali dengan kekuatan magnitudo (M) 4,8 terjadi pada hari Sabtu 16 Oktober pukul 03:18 WIB. Data hingga pukul 07:15 WIB hari Sabtu pekan lalu itu menyebutkan gempa di 8 km Laut Karangasem itu menyebabkan 3 orang meninggal dunia. (z)









