
maiwanews – Warga terdampak gempa di Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) masih bertahan di pengungsian. BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dalam pernyataan hari Sabtu 28 Agustus menyebutkan 1.050 warga di pos pengungsian memutuskan bertahan untuk menghindari kemungkinan gempa susulan.
Gempa terjadi hari Kamis 26 Agustus pagi, pusat gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer dengan magnitudo 5,8. Bencana alam itu menyebabkan antara lain 1 orang meninggal dunia, 57 unit rumah rusak, 1 rumah sakit rusak, dan 1 masjid rusak.
BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat mengimbau masyarakat untuk tenang dan memantau informasi dari sumber resmi. BPBD juga telah mendirikan dapur umum untuk kebutuhan para pengungsi.
Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, Rifai, menyatakan pengungsi ditangani dengan baik. Menurut keterangan Rifai, pemerintah setempat telah menerima bantuan masker dari BNPB sebanyak sembilan koli. Masker-masker itu akan disalurkan kepada para pengungsi.
Hingga saat ini telah disiapkan tiga pos pengungsian, antara lain di lokasi Eks Pemancar TVRI Desa Labuan. Di pos itu ada 112 kk (kepala keluarga) atau 300 jiwa. Pos pengungsian kedua di Desa Padang Tumbuo dengan jumlah pengungsi sebanyak 139 kk atau 500 jiwa. Pos ketiga di Rumah Jabatan Bupati sebanyak 60 kk atau 250 jiwa. (z/BNPB)
Polda Metro Jaya Imbau Masyarakat Tidak Gelar Pesta Kembang Api
Presiden dan Kepala BPI Danantara Bahas Investasi Strategis
Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam di Banyuasin
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia
Seragam PDL jadi pelampung Prajurit TNI AL Lantamal VI Selamatakan Nelayan Tenggelam









