PDIP Dianggap Kalah 2 Kali, Mega Sakit Hati

Jakarta – PDI Perjuangan kalah dua kali dalam Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden, partai berlambang Banteng itu menjadi bahan sindiran partai lain. Ketika mendengar sindiran itu, Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri mengaku tersayat hatinya.

Menurut Putri Presiden Pertama RI itu, “Dua kali kita dikatakan kalah, sakit hati saya mendengarnya. Tapi saya tidak pernah terdera air mata dan menjadi tidak bisa bangkit.”

Hal itu disampaikan Megawati dalam pidatonya saat membuka Konferensi Daerah III PDIP DKI Jakarta, yang berlangsung di Gedung Hailai Ancol, Jakarta, Minggu, 21 Maret 2010 .

Menanggapi isu perpecahan di tubuh PDIP antara yang pro dan kontra soal wacana apakah PDIP memilih koalisi atau tidak dengan Demokrat, Megawati menegaskan bahwa PDIP masih solid di bawah kepemimpinannya. Arah kebijakan partai ditentukan oleh pemilik suara di partai, kata Mega.

Akhir-akhir ini PDIP banyak mendapat sorotan publik karena munculnya wacana keinginan sejumlah kader PDIP untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat. Keinginan tersebut berkali-kali disampaikan ketua Dewan Pembinannya, Taufik Kiemas.

Tak pelak, sejumlah pihak memandang manuver Taufik yang juga suami Megawati Soekarnoputri yang tak bosan mewacanakan tentang keinginan koalisi itu sebagai perpecahan PDIP menjadi dua kubu.

Isu perpecahan jadi dua kubu partai yang jadi sangat populer paska kerusuhan 27 Juli itu, makin menguat menjelang pelaksanaan Kongres di Bali, awal April 2010 mendatang.

Spekulasi tentang kuat mana dua kubu itu, nampaknya akan mengecewakan Demokrat yang masih ngotot ingin menggiring PDIP jadi koalisi, dengan posisi Megawati yang hampir pasti kembali akan memimpin partai yang mempelopori hak angket Bank Century di DPR.