
maiwanews – Presiden Rusia Vladimir Putin Minggu 31 Oktober mengungkap peningkatan suhu rata-rata di negerinya akibat pemanasan global. Dalam telekonferensi pada KTT G20 Roma Italia 2021 ia menyampaikan suhu tahunan rata-rata di Rusia tumbuh lebih cepat dibanding negara-negara lain di seluruh dunia.
Menurutnya, suhu di Rusia meningkat 2,5 kali dibanding wilayah lain di dunia, hampir setengah derajat dalam 10 tahun terakhir. Di Kutub Utara pemanasannya bahkan lebih cepat.
Mengantisipasi pemanasan global, Rusia berpartisipasi dalam upaya mitigasi dan stabilisasi iklim internasional. “Kami dengan setia mematuhi semua kewajiban kami berdasarkan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim dan Perjanjian Paris”, ujar Presiden Putin.
Rusia dikatakan secara konsisten menerapkan kebijakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca bersih dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi energi dalam perekonomian nasional, untuk memodernisasi industri pembangkit listrik, dan mengurangi pelepasan gas terkait dari produksi minyak.
Industri listrik rendah karbon tumbuh dengan pesat di Rusia. Pangsa energi dari sumber praktis bebas karbon seperti pembangkit listrik tenaga nuklir, bendungan hidroelektrik, serta pembangkit listrik tenaga angin dan matahari melebihi 40 persen saat ini.
Bahkan, jika gas alam sebagai bahan bakar karbon terendah di antara hidrokarbon juga dihitung, persentasenya lebih tinggi lagi, yaitu mencapai 86 persen.
Menurut para ahli internasional, Rusia adalah salah satu pemimpin dekarbonisasi global. Dalam 20 tahun terakhir, intensitas karbon ekonomi Rusia telah menurun rata-rata 2,7 persen per tahun, lebih baik daripada di seluruh dunia dan bahkan lebih baik daripada di negara-negara G7.
Menurut Presiden Putin, perubahan iklim harus ditangani secara komprehensif, terkait erat dengan langkah-langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan standar hidup masyarakat. (z/Kremlin)









