Pembakaran Al Qur’an, Panglima NATO Minta Maaf

maiwanews – Panglima koalisi internasional (NATO) di Afghanistan Jenderal John Allen meminta maaf kepada pemerintah dan rakyat Afganistan atas tindakan pasukan koalisi di Pangkalan Udara Bagram yang telah secara tidak pantas membuang sejumlah besar buku agama Islam, termasuk kitab suci Al-Quran.

Jenderal Allen telah menjanjikan akan melakukan penyelidikan mengenai laporan bahwa personil NATO melakukan tindakan yang tidak menghormati kitab suci agama Islam.

Meski menyesalkan kejadian itu dan mengatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan hal tidak akan pernah terjadi lahi, namun Allen meyakini insiden yang menyinggung dan melukai perasaan ummat Islam itu tidak disengaja.

Allen mengatakan, buku-buku agama Islam tersebut telah diambil dan dikumpulkan kembali dan diserahkan kepada pihak berwenang keagamaan untuk diurus dengan layak.

Aksi-aksi protes di Afghanistan terhadap penghancuran kitab suci agama Islam telah menelan korban jiwa dalam beberapa tahun belakangan ini.Sedikitnya 2000 demonstran berkumpul di luar pangkalan militer utama Amerika di Afghanistan hari Selasa (21/2/2012), menyusul laporan bahwa pasukan asing di pangkalan itu telah membuang sejumlah kitab suci Al-Quran.

Bulan April 2011, kira-kira 20 orang tewas dalam beberapa hari aksi protes di seluruh Afghanistan setelah pendeta Amerika Terry Jones membakar sebuah al-Quran di gerejanya di Florida. (ylh/voa)

BERITA LAINNYA

.