
maiwanews – Pembicaraan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dengan Presiden China Xi Jinping oleh analis dinilai mendorong penguatan aliansi kedua negara. Analis menyebut keduanya melakukan konsolidasi menghadapi persaingan dengan Amerika Serikat pada tahun 2022. Kedua kepala negara melakukan percakapan melalui konferensi video pada hari Rabu 15 Desember.
Konferensi video hari Rabu sore itu merupakan kali ke-37 kedua presiden melakukan pembicaraan secara langsung sejak tahun 2013. Keduanya berjanji melakukan lebih banyak kerja sama demi kepentingan bersama. Keduanya membahas khusus hal-hal terkait perdagangan, pandemi, dan energi.
Seorang peneliti keamanan maritim di Singapura, Collin Koh, mengatakan kedua pemimpin mencoba menunjukkan kebersamaan menghadapi persaingan dengan Amerika Serikat (AS).
Hubunga Rusia dan China dengan Amerika Serikat beberapa waktu belakangan ini memanas. Ketegangan Amerika Serikat dengan Rusia dipicu oleh dugaan penumpukan pasukan dekat perbatgasan Ukraina dengan maksud melakukan invasi. Sementara terhadap China, pejabat Amerika Serikat mengutuk ancaman militer China terhadap Taiwan.
Vassily Kashin, peneliti di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, menyebut Moskow memiliki permusuhan terbuka dengan Amerika Serikat. Rusia dan China punya kepentingan bersama, yaitu melemahkan kepemimpinan global Amerika Serikat. (VOA/z)
Sekda Sulsel Dorong Peningkatan Pelayanan Publik Polda Lewat FGD
Prabowo & Li Qiang Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-Tiongkok
Prabowo Tegaskan Komitmen Penguatan Kemitraan Indonesia–Thailand
Prabowo Terima Albanese, Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia
Presiden Luncurkan PHTC, Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Teknologi Digital









