Pemkab Jember Kampanye Gemar Konsumsi Ikan

JEMBER – Minat masyarakat untuk mengkomsumsi ikan ternyata masih kurang meski jumlah ikan tersedia cukup melimpah.

Persoalan tersebut disebabkan adanya anggapan dari masyarakat harganya lebih mahal ketimbang daging sapi mau pun ayam. Harga ikan di pasar tradisional baik ikan laut maupun ikan air tawar selisihnya tidaklah terlalu banyak ketimbang daging sapi atau ayam. Akan tetapi, tetap saja masyarakat kurang menyukai ikan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Jember, Dalhar,
menyatakan walau pemerintah pusat sudah berupaya untuk melakukan kampanye gemar makan ikan kepada masyarakat, namun masih saja masyarakat belum begitu menyukai ikan yang diyakini mengandung DHA dan omega 3 yang mampu meningkatkan kecerdasan otak.

Dalhar mengatakan, minat masyarakat untuk mengkomsumsi ikan juga terjadi di Kabupaten Jember.

Dari pantauan Disnakkan hasil tangkapan ikan nelayan di laut dirasa sangat mencukupi untuk pemenuhan gizi masyarakat, namun masyarakat dalam kesehariannya masih belum menjatuhkan pilihannya untuk mengkomsumsi ikan .

“Masyarakat Jember ternyata sangat gemar makan daging sapi atau ayam ketimbang ikan. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah daging yang dikomsumsi oleh masyarakat melebihi standart nasional yang ada, yakni 6,5 Kg per orang per tahunnya. Padahal di Jember dengan potensi kekayaan laut yang dimiliki tidak pernah terjadi kelangkaan ikan,” ungkap Dalhar.

Menurut Dalhar, untuk ke depan sesuai dengan program dari kementrian perikanan yakni peningkatan produksi ikan secara nasional baik ikan air laut ikan air tawar akan ditingkatkan menjadi 353% dari produksi ikan saat ini, maka nantinya Indonesia akan menjadi negara penghasil ikan terbesar di dunia.

Dalhar berujar, kalau target peningkatan produksi tersebut terpenuhi maka tidak ada alasan bagi masyarakat untuk mengkomsumsi ikan, mengingat dari jumlah produksi ikan tersebut selain untuk pemenuhan pasar ikan dunia juga terpenuhinya kebutuhan ikan domestik.

Dan Dinas Peternakan Kabupaten Jember sendiri dalam rangka ikut mendukung peningkatan hasil produksi ikan secara nasional, terus memberikan pemahaman kepada nelayan agar tidak menggunakan bahan peledak pada saat menangkap ikan di laut

“Selain itu untuk meminimalisir rusaknya ekosistim laut saat ini disnakkan telah membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas);untuk mengamankan aset kekayaan laut juga berkerjasama dengan polisi perairan,” tandas Dalhar.

Sementara, Kabag Humas Pemkab Jember, Agus Slameto, berharap masyarakat Jember ke depan lebih menyukai ikan karena selain harganya cukup terjangkau. Disamping kandungan gizi dan proteinnya tidak kalah dengan daging baik itu daging sapi mau pun ayam.

Agus menilai, program gerakan gemar makan ikan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat langkah tepat guna menggugah minat masyarakat untuk mengkomsumsi ikan.