Pentagon Bantah Bantu Pengembangan Senjata Biologis Ukraina

20220308-pentagon-11mei2021
Gedung Pentagon tampak dari udara. 11 Mei 2021.

maiwanews – Pentagon membantah tudingan Rusia bahwa Amerika Serikat membantu Ukraina mengembangkan senjata biologis. Laboratorium penelitian biologi di Kota Kyiv sama sekali tidak berkaitan dengan pengembangan senjata pemusnah massal.

Kelima laboratorium itu masing-masing adalah pusat kesehatan masyarakat Kementerian Kesehatan Ukraina, Institut Epidemiologi dan Penyakit Menular, Institut Kedokteran Hewan, Institut Kontrol Ilmiah Negara untuk Bioteknologi dan Strain Mikroorganisme, serta Laboratorium Diagnostik dan Lembaga Penelitian Ilmiah Temuan Veteriner.

Keterangan itu disampaikan seorang pejabat senior Dephan AS (Departemen Pertahanan Amerika Serikat) di Pentagon, Washington DC, hari Kamis (10/03/2022) waktu setempat atau Jumat (11/03/2022) sekitar pukul 09:00 WIB. Pentagon tidak merinci identitas pejabat tersebut.

Pejabat senior itu menjelaskan, kelima laboratorium fokus bekerja pada diagnostik, terapi, perawatan, pencegahan, vaksin, serta upaya bermanfaat lainnya. Ia mencontohkan, program biologis Ukraina meneliti penyakit antraks, tularemia, TBC( tuberculosis), botulisme, demam babi klasik, demam berdarah Krimea, flu burung, dan hal-hal semacam itu.

Dalam keterangannya, pejabat itu juga memberikan gambaran mengenai Konvensi Senjata Biologis. Konvensi itu dikatakan secara efektif melarang pengembangan, produksi, akuisisi, transfer, penimbunan, dan penggunaan senjata biologis dan racun.

Konvensi itu adalah perjanjian perlucutan senjata multilateral pertama, isinya melarang seluruh kategori senjata pemusnah massal. Ada 183 negara pihak dan empat negara penandatangan. Amerika Serikat menandatangani pada tahun 1972 dan meratifikasi pada tahun 1975. Rusia menandatangani pada tahun 1972 dan meratifikasi pada tahun 1975. Dan Ukraina juga menandatangani pada tahun 1972 dan meratifikasi pada tahun 1975. (hiu)