
maiwanews – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan agar ditempuh jalur negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Negosiasi dikatakan merupakan satu-satunya kesempatan bagi Rusia untuk mengurangi kerusakan dari kesalahannya sendiri.
“Saatnya bertemu. Waktunya untuk berbicara. Sudah waktunya untuk memulihkan integritas teritorial dan keadilan bagi Ukraina. Jika tidak, kerugian Rusia akan sangat besar sehingga beberapa generasi tidak akan cukup untuk pulih”, ungkap Presiden Zelensky dalam sebuah video unggahan Instagram hari Sabtu (20/03/2022).
Dalam video lain, Presiden Zelenskyy mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan menyerang Ukraina, Rusia akan menghancurkan semua pencapaian masyarakatnya selama 25 tahun terakhir. Rusia akan kembali ke tempat mereka pernah mulai bangkit, ke tahun 90-an di mana situasi penuh dengan kejahatan.
Beberapa jam setelah unggahan itu, Presiden Zelenskyy mengunggah beberapa foto berisi kerusakan barah berbagai infrastruktur. Dalam unggahan itu ia menyampaikan seruan untuk menghentikan dan menjatuhkan hukuman kepada Rusia.
“Jika Rusia tidak dihentikan sekarang, jika Rusia tidak dihukum sekarang, agresor lain di dunia akan memulai perang lain. Di berbagai wilayah di dunia. Di benua berbeda. Di manapun sebuah negara bermimpi menaklukkan tetangganya”, kata Presiden Zelenskyy.
Rusia melancarkan seranngan ke Ukraina sejak 24 Februari. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutnya sebagai Operasi Militer Khusus untuk mendemiliterisasi dan denazifikasi Ukraina. Sementara negara-negara Barat menyebut serangan itu sebagai invasi. (z)
Perang Dagang Amerika-Kanada, Warga AS Mungkin Sedikit Merasakan Dampak
Jepang Siap Selenggarakan Program Kerja Sama dengan Indonesia
Ucapkan Selamat Natal, Kapolri Serukan Persatuan dan Kesatuan
Militer Rusia Lancarkan 38 Serangan Terhadap Ukraina dalam Sepekan Terakhir
Makassar Tuan Rumah Rakornas ke 3 Forum Dewan Pendidikan Indonesia









