maiwanews – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) non-aktif, Haryanto Badjoeri akhirnya resmi dicopot oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Lencana Badjoeri dicopot Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo, di depan 5.000 anggota Satpol PP dalam upacara di silang Monas, Jakarta, Jumat 4 Juni 2010.
Lencana itu kemudian dipasangkan Foke ke Effendi Anas yang ditunjuk menggantikan Haryanto Badjoeri sebagai Kepala Satpol PP DKI Jakarta. Badjoeri selanjutnya mendapat tugas baru sebagai Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol.
Selaku inspektur upacara, Fauzi Bowo mengatakan, keberadaan Satpol PP saat ini dilindungi oleh UU dan peraturan pemerintah. Saat ini, kata dia, masyarakat Jakarta masih ingin kotanya aman dan nyaman.
Foke juga menitipkan pesan dan tugas kepada Kepala Satpol PP yang baru. “Jaminan tersebut salah satunya bisa diberikan oleh Satpol PP. Kepada pengganti Kepala Satpol PP yang baru, saya berpesan lanjutkan pengembalian semangat Satpol PP yang sempat turun. Lakukan perbaikan di tubuh Satpol PP,” kata Foke.
Haryanto Badjoeri dinon-aktifkan menyusul kerusuhan yang terjadi saat akan dilakukan eksekusi pengosongan makam Mbah Priuk beberapa waktu lalu. Badjoeri dinilai oleh sejumlah kalangan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kerusuhan yang menewaskan 3 orang anggota Satpol PP serta melukai ratusan orang lainnya.









