maiwanews – Dalam kesempatan kunjungannya ke beberapa tempat di Bandung Senin (12/1/2015), Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyempatkan diri berkunjung ke PT Pindad, pabrik pembuat peralatan perang andalan Indonesia.
Selain berkeliling melihat pusat perakitan panser Anoa dan Komodo, Jokowi juga berkesempatan mendapat penjelasan tentang kemampuan Pindad memproduksi persenjataan modern seperti panser Badak dengan persenjataan kanon 90mm.
Bekerjasama dengan produsen turret 90mmCMI Defence (Cockerill) dari Belgia melalui Transfer of Technology dan menempatkan Pindad sebagai hub produksi turret 90mm, Jokowi mendapat penjelasan lengkap dari Direktur Utama Pindad, Silmy Karim bahwa panser Badak siap masuk pasar global dan mulai diproduksi tahun ini.
Pada kesempatan itu, Jokowi mendapat penjelasan Silmy tentang pengembangan amunisi kaliber besar 105 mm oleh Pindad. Amunisi kaliber 105 mm itu merupkan standar senjata untuk tank sekelas Main Battle Tank (MBT) seperti tank Leopard dan Marder.
Amunisi 105 mm kata Silmy, selanjutnya akan dipasang pada tank AMX-13 hasil pengembangan Pindad. Selain memasang amunisi 105 mm, tank buatan Prancis tahun 1950 itu juga mengalami perubahan total mulai dari penggantian mesin, sistem transmisi, hingga modernisasi sistem elektronik.
Setelah dipasangi mesin Navistar buatan AS yang memiliki kekuatan 320 HP oleh para teknisi Indonesia, AMX-13 retrofit hasil pengembangan TNI AD dan PT Pindad ini dapat melaju dengan kecepatan maksimal 70 km/jam.
Saai ini, TNI AD memiliki 400 tank AMX-13 yang siap di-retrofit. Program modifikasi tank itu akan dilakukan TNI AD dengan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan pemerintah.
Dalam kesempatan kunjungannya, Jokowi menyatakan komitmennya membantu PT Pindad meningkatkan kapasitas produksi lebih dari tiga kali lipat seperti yang diinginkan Jokowi.
“Kami akan menyuntikkan investasi hingga Rp 700 miliar sesuai informasi Menteri Negara BUMN, tidak hanya sekadar memberi uang, kami juga akan menargetkan agar Pindad dapat lebih maju,” kata Jokowi, Senin (12/1/2015).
Di hari yang sama, Jokowi juga mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan berjanji akan membantu pendanaan melalui penyertaan modal pemerintah ke perusahaan pembuat pesawat dan helikopter itu.
Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas
Presiden Prabowo Terima Sejumlah Menteri di Hambalang
Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Tukdana, Indramayu
Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pembentukan Koperasi Merah
Presiden Luncurkan PHTC, Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Teknologi Digital









