maiwanews – Sebuah keadaan darurat telah diterapkan di Ekuador yang menyebabkan militer mengambil alih tugas polisi yang telah melancarkan pemberontakan karena pengurangan bonus.
Correa menyatakan, negara dalam keadaan darurat pada hari Kamis, setelah sebuah upaya kudeta di mana beberapa polisi menyerbu Kongres dan merebut bandara internasional di ibukota, Quito.
Sekelompok polisi di Ekuador dilaporkan berusaha untuk menggulingkan Presiden Rafael Correa. Polisi itu memprotes sebuah undang-undang baru yang akan mengurangi bonus dan tunjangan mereka saat ini.
Kerusuhan dilaporkan menyebar ke beberapa tempat. Kelompok polisi tersebut menembakkan gas air mata dan membakar ban setelah mengambil alih barak di Quito, Guayaquil dan kota-kota lainnya. Mereka juga memblokir jalan raya ke ibukota dan menutup bandara.
Di pihak lain, Komandan Angkatan Darat Jenderal Ernesto Gonzalez telah mengutuk kerusuhan dan mengumumkan dukungannya untuk presiden. Demikian dikutip dari Press Tv.
Sementara Menteri Keamanan Miguel Carvajal juga menyatakan bahwa militer akan mengambil alih fungsi polisi yang telah ambil bagian dalam pemberontakan tersebut.
Sementara itu, Presiden Correa dilaporkan telah dibawa ke rumah sakit setelah didorong dan dilempari dengan air dan gas air mata ketika ia mencoba mengatasi kerumunan petugas polisi yang memprotes di sebuah markas utama polisi.
Seperti dikutip oleh pers, Correa mengatakan:
“Kawan-kawan, jika Anda ingin membunuh presiden, di sini dia! Bunuh saya Kill sistem kesehatan!, Membunuh nilai-nilai kita, membunuh perjuangan untuk kebebasan. Kami akan terus dengan satu kebijakan keadilan dan martabat … Kami tidak akan kembali turun Jika Anda ingin mengambil alih barak, jika Anda ingin tumpukan pada tekanan,. kemudian tumpukan pada. Presiden ini dan pemerintah ini akan melakukan apa yang harus dilakukan.”
Akibat kejadian itu, sekolah telah dilaporkan ditutup di Quito termasuk beberapa perusahaan. Selain itu, aksi penjarahan di ibukota juga terjadi dan dua bank telah dirampok akibat tidak adanya perlindungan polisi.
Pemberontakan ini dipicu oleh undang-undang yang disahkan Kongres pada hari Rabu. UU itu mengakhiri praktek pemberian bonus dan medali kepada militer dan polisi.
Prabowo Tegaskan Komitmen Kedaulatan Pangan
Presiden Serahkan Alutsista ke TNI, Kontrak Rafale Diteken 2022
Presiden Serahkan Alutsista ke TNI, Perkuat Pertahanan Udara
Teddy Tegaskan Tidak Ada Minuman Beralkohol dalam Jamuan Macron
Presiden dan Kepala BPI Danantara Bahas Investasi Strategis









