Jakarta -Akhirnya pemerintah kini memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan kekuatan pertahanan Indonesia yang kini sedang mengalami ketertinggalan, terutama Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista). Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY) mengatakan, sudah
saatnya pemerintah meningkatkan anggaran pertahanan secara signifikan.
“Dengan makin meningkatnya GDP, APBN, dan insya Allah perekonomian semakin meningkat mencapi 7 persen, sudah saatnya anggaran untuk pertahanan kita tingkatkan secara signifikan,” kata Presiden.
Oleh karena itu, Presiden SBY menjelaskan agar anggaran ini efektif, maka perlu ada strategi dan kebijakan pertahanan yang tepat. “Harapan kita pada tahun 2014 postur pertahanan dan TNI makin mendekati sasaran pembangunan kita, yaitu kekuatan minimal yang diperlukan,” SBY menjelaskan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal itu ketika memberi arahan dalam rapat kabinet terbatas yang membahas kebijakan hukum pertahanan negara dan anggaran pertahanan di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2010 siang.
Dalam arahanya, Presiden SBY menjelaskan bahwa rapat kali ini khusus untuk Menteri Pertahanan agar melaporkan draft kebijakan pertahanan negara. “Produk itu nantinya akan ditandatangani oleh Presiden sebagai dokumen strategis dalam pengelolaan pertahanan negara,” kata Presiden. “Dokumen itu juga menjadi rujukan dari kebijakan pembangunan dan modernisasi postur pertahanan negara kita, termasuk postur TNI,” kata SBY menambahkan.
SBY menyadari alokasi anggaran untuk pertahanan negara pada periode 2004-2019 relatif kecil jika dibandingkan dengan anggaran pertahanan negara ASEAN dan produk domestik bruto atau GDP Indonesia. “Karena memang prioritas anggaran pembangunan 5 tahun yang lalu, periode pasca krisis, ditujukan untuk pemulihan perekonomian nasional dan penggangaran sektor-sektor yang memerlukan prioritas yang lebih tinggi,” kata Presiden SBY.
Turut hadir pada rapat terbatas kali ini, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Mendagri Gamawan Fauzi, MenPAN dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan, Panglima TNI Djoko Santoso, Kapolri Bambang Hendarso, Seskab Dipo Alam, Kepala BIN Sutanto, dan Ketua UKP4R Kuntoro Mangkusubroto.
Presiden Serahkan Alutsista ke TNI, Kontrak Rafale Diteken 2022
Presiden Serahkan Alutsista ke TNI, Perkuat Pertahanan Udara
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 3kg Ganja, Tangkap 2 Pelaku
Sanksi AS Menarget Perdagangan Minyak Iran-Tiongkok
Presiden dan Kepala BPI Danantara Bahas Investasi Strategis









