Presiden SBY Terima Perwakilan BEM Nusantara

SBYmaiwanews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima lima aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara di Kantor Presiden, Jumat (22/10) petang. BEM Nusantara merupakan aliansi BEM/Senat Mahasiswa dari seluruh nusantara.

Kehadiran mereka dalam rangka mengundang Presiden SBY untuk membuka Seminar Nasional dan Temu Nasional ke-3 BEM Nusantara yang akan diadakan di Jayapura, Papua, dengan Universitas Cendrawasih sebagai tuan rumah, pada 22-25 November 2010.

“Bapak Presiden memberikan sambutan yang sangat positif terhadap acara ini, dan beliau akan mengusahakan hadir,” kata Deklarator BEM Nusantara Jabodetabek, Winata Nawawi, dalam keterangan pers suai pertemuan.

Seminar dan temu nasional itu bertemakan ‘Mewujudkan Komitmen dan Konsistensi Mahasiswa se-Nusantara, Demi Terciptanya Masyarakat Adil dan Makmur’.

Dalam pertemuan ini, BEM Nusantara memposisikan model pergerakan sebagai mitra kritis-konstruktif pemerintah. Menurut Winata, BEM Nusantara memberikan pandangan dan saran kepada pemerintah untuk selalu memperjuangkan kesejahteraan rakyat, demokrasi, dan keadilan.

Staf Khusus Presiden bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Velix Wanggai, yang ikut mendampingi Presiden SBY, mengatakan apresiatif terhadap pandangan BRM Nusantara. Presiden, lanjut Velix, melihat pemilihan tempat di Papua sebagai sebuah simbol titik balik pergerakkan mahasiswa ke depan.

Kelima mahasiswa yang menemui Presiden adalah Presiden BEM Trisakti Mitra Wijaya Kusuma, Presiden BEM UKI Tomohon Alberth Hama May, Ketua BEM Uncen Thomas Warijo, deklarator BEM Nusantara Jabodetabek Winata Nawawi, dan Ketua BEM FISIP Uncen Albertho Mansawan.

Seperti dikutip dari situs presdiensby, presiden didampingi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Menpora Andi Mallarangeng.

“Presiden SBY akan mempertimbangkan untuk hadir di Jayapura, pada 22 November, dan akan memberikan sambutan pada acara Seminar dan Temu Nasional BEM Nusantara ke-III,” kata Velix Wanggai dalam rilisnya, Sabtu, 23 Oktober 2010.