Putin-Bennett Bahas Hubungan Bilateral Rusia-Israel

20211022-vladimir-putin-naftali-bennett
Naftali Bennett (kedua dari kiri) dan Vladimir Putin (kedua dari kanan) di kediaman di Bocharov Ruchei, Sochi, Rusia. Jumat 22 Oktober 2021.

maianews – Presiden Rusia Vladimir Putin Jumat 22 Oktober menjamu Perdana Menteri Israel Naftali Bennett di kediaman Bocharov Ruchei, Sochi. Dalam pertemuan itu keduanya membahas hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang.

Dalam sambutannya Presiden Putin mengatakan bahwa kunjungan PM (Perdana Menteri) Naftali Bennett itu bertepatan dengan peringatan 30 tahun dibukanya kembali hubungan diplomatik kedua negara. Ia melanjutkan, hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara berkembang dengan sukses, meskipun secara volume masih kecil.

Selama tujuh bulan pertama tahun ini, perdagangan Rusia-Israel tumbuh sebesar 50 persen terlepas dari semua pembatasan pandemi. Presiden Putin menyampaikan, ia juga mendiskusikan hal-hal menarik dengan pendahulu PM Bennett, termasuk cabang-cabang ekonomi berteknologi tinggi.

Berbicara mengenai kawasan, Presiden Putin mengungkapkan negaranya sedang melakukan upaya untuk memulihkan dan memperkuat kenegaraan Suriah. Dalam hal ini ada titik peluang kerja sama, terutama terkait perang melawan terorisme.

PM Bennett pada kesempatannya menyampaikan hubungan bilateral kedua negara terbilang istimewa. Ia mengingatkan bagaimana Rusia dan Tentara Merah mengalahkan Nazi Jerman pada Perang Dunia II. Rasa sukur atas kemenangan itu perlu diwariskan kepada generasi selanjutnya baik melalui dialog, dokumen sejarah, bahkan monumen.

Ia mencontohkan monumen untuk tentara Rusia di Netanya dan monumen untuk para korban dan penyintas Pengepungan Leningrad di Yerusalem adalah dua monumen di mana Presiden Putin ikut serta dalam upacara pembukaannya saat berada di Israel.

PM Bennett juga menyampaikan bahwa pemerintah Israel sedang menyelesaikan implementasi proyek besar, yaitu sebuah museum baru untuk memperingati tentara Yahudi dalam berperang bersama tentara Sekutu selama Perang Dunia II. Terutama saat berperang bersama Tentara Merah.

Museum itu dikatakan akan menjadi museum besar dan akan dinamai dengan nama mendiang Presiden Chaim Herzog, ayah dari petahana saat ini Isaac Herzog.

Terkait Suriah, PM Bennett menyatakan akan membahas situasi di wilayah itu, bahkan juga akan membahas upaya berkelanjutan untuk menghentikan program nuklir Iran. (z)