Putin-Erdogan Bahas Sejumlah Isu Bilateral

20210930-recep-tayyip-erdogan-vladimir-putin
Presiden Rusia Putin dan Presiden Turki Erdogan di sochi Rusia. Rabu 29 September 2021.

maiwanews – Presiden Rusia Vladimir Putin membahas sejumlah isu bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah pembicaraan melalui sambungan telepon. Kedua kepala negara membahas antar lain aspek praktis dari energi dan kerja sama pertanian.

Kremlin Jumat 3 Desember petang waktu Moskow dalam laporannya menyebutkan kedua pemimpin sepakat untuk menginstruksikan departemen terkait memulai persiapan aktif untuk sesi reguler Dewan Kerjasama Tingkat Tinggi, rencananya diadakan pada awal tahun depan.

Presiden Putin pada pembicaraan itu menyampaikan hasil utama pertemuan trilateral dengan Azerbaijan dan Armenia di Sochi 26 November. Masing-masing pihak bersedia bekerja sama demi stabilitas di kawasan untuk menciptakan mekanisme delimitasi dan demarkasi perbatasan antara Azerbaijan dengan Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh. Selain itu, optimisme juga diungkapkan tentang pemulihan hubungan perdagangan, ekonomi, dan transportasi.

Terkait Suriah, Presiden Putin dan Presiden Erdogan menyatakan kepuasan atas kerja sama mempromosikan stabilitas dan memajukan proses perdamaian di negara itu. Militer kedua negara akan terus bekerja sama di zona de-eskalasi Idlib di utara Suriah.

Mengenai Libya, penekanannya adalah pada tidak adanya alternatif untuk penyelesaian politik dan diplomatik melalui mediasi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Diharapkan agar tercapai keberhasilan pada pemilihan nasional pada 24 Desember 2021, dengan demikian diyakini akan membantu memulihkan kenegaraan dan integritas teritorial Libya.

Membahas Ukraina, Presiden Putin mengatakan bahwa Kiev telah melanjutkan upaya destruktifnya untuk menyabot perjanjian Minsk, seperti kegiatan provokatif Angkatan Bersenjata Ukraina di zona konflik, termasuk penggunaan drone serang Bayraktar. Ditekankan bahwa Kiev harus meninggalkan semua upaya untuk menekan Donbass melalui kekerasan. (Kremlin/hiu)