Rayakan 20 Tahun, Kisah Sukses 3 Generasi Porsche Cayenne

20220615-porsche-cayenne-3-generasi-pub10jun2022lokal
Tiga generasi Porsche Cayenne.
Dari kiri ke kanan: Turbo S (generasi pertama Cayenne), Cayenne S Hybrid (generasi kedua), dan Cayenne Turbo GT (generasi ketiga).

maiwanews – Porsche Cayenne merayakan ulang tahun ke-20 pada Agustus tahun ini. Hinga kini, telah lahir tiga generasi keluarga Cayenne, generasi pertama adalah Turbo S, generasi kedua Cayenne S Hybrid, dan generasi ketiga Cayenne Turbo GT.

Ferry Porsche atau lengkapnya Ferdinand Anton Ernst Porsch, meramalkannya pada tahun 1989: “Jika kami membangun model off-road sesuai dengan standar kualitas kami, dan memiliki lambang Porsche di bagian depan, orang akan membelinya”. Demikian disampaikan Porsche hari Rabu (15/06/2022).

Ferry Porsche terbukti benar, sejak 2002, Cayenne telah menjadi salah satu andalan kesuksesan global pabrikan mobil tersebut. “Cayenne selalu menjadi daya tarik utama bagi merek kami, ia telah membawa banyak pelanggan dan penggemar baru dari seluruh dunia ke Porsche selama 20 tahun terakhir”, kata Detlev von Platen, Anggota Dewan Eksekutif untuk Penjualan dan Pemasaran di Porsche AG.

Ppada tahun 1990-an, Porsche harus membuat beberapa keputusan besar untuk mengamankan kesuksesan ekonomi jangka panjangnya. Pada awal dekade, perusahaan berada pada salah satu krisis ekonomi paling signifikan dalam sejarahnya.

Saat itu perusahaan berada di zona merah dan hanya mengirimkan 23.060 mobil pada tahun keuangan 1991/92. Dengan peluncuran Boxster pada tahun 1996, Porsche mulai bermanuver keluar dari keterpurukannya. Tetapi segera menjadi jelas bagi manajemen bahwa sang legendari keluarga 911 dengan model bermesin tengah tidak akan mampu membawa perusahaan ke masa depan dengan aman.

Kemudian dibentuk rencana untuk Porsche ketiga, meskipun awalnya tanpa keputusan tegas tentang segmen tersebut. Atas rekomendasi dari organisasi penjualan AS (Amerika Serikat), perusahaan memilih kendaraan off-road daripada pengangkut orang (people-carrier/MPV) sebagaimana telah dipertimbangkan sebelumnya.

Jenis kendaraan ini sangat populer di Amerika Utara, pasar terbesar Porsche pada saat itu. CEO Wendelin Wiedeking juga telah mengarahkan pandangannya pada pasar Asia, saat itu pasar Asia sedang berkembang.

Ambisinya tinggi sejak awal, Porsche tidak puas hanya dengan membangun SUV sporty, tetapi bertujuan memberikan pesaing teratas di segmen off-road. Ambisi ini merupakan tantangan besar.

Usaha besar-besaran ini akhirnya ditangani sebagai bagian dari proyek bersama dengan Volkswagen, dijuluki Colorado. Proyek ini secara resmi diumumkan pada Juni 1998. Melalui proyek ini, Porsche Cayenne dan Volkswagen Touareg akan berbagi platform. Meskipun arsitekturnya identik, masing-masing pabrikan pada awalnya menggunakan mesin mereka sendiri dan mengembangkan pengaturan sasis sendiri.

Melalui proyek bersama, Porsche bertanggung jawab untuk mengembangkan platform bersama di pabrik Hemmingen, awalnya pabrik ini sangat rahasia. Sementara Volkswagen menyumbangkan keahlian produksinya untuk volume besar.

Pada tahun 1999, Zuffenhausen memutuskan untuk fokus membangun mobil di pasar dalam negeri daripada di luar negeri, dan membangun fasilitas produksi baru di Leipzig. Fasilitas di Leipzig secara resmi dibuka pada Agustus 2002.

Rekannya dari Volkswagen, Touareg, diproduksi di pabrik Volkswagen di Bratislava, Slovakia. Bodywork dalam kondisi sudah dicat untuk Cayenne juga bersumber dari sana, dengan perakitan akhir berlangsung di Saxony.

Baik generasi model pertama dan kedua dari Cayenne, dikenal secara internal sebagai E1 dan E2,diluncurkan dari jalur produksi di Leipzig dan kemudian juga di Osnabrück.

Dengan peluncuran generasi ketiga (E3) pada tahun 2017, Porsche memindahkan semua produksi Cayenne ke Bratislava untuk menciptakan kapasitas tambahan di Leipzig untuk sedan sport Panamera dan SUV kompak Macan. (jup)