maiwanews – Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO mengatakan penempatan rudal Patriot di perbatasan Turki dengan Suriah bukan untuk tujuan ofensif atau menyerang. Sekjen Rasmussen meyakinkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergei Lavrov, mengenai hal itu dalam pembicaraan melalui telepon hari Jum’at.
A
wal pekan ini Ankara meminta NATO untuk menaruh rudal permukaan-ke-udara Patriot untuk melindungi wilayah perbatasannya dengan Damaskus.Hari Rabu, pimpinan NATO mengeluarkan pernyataan bahwa aliansi militer tersebut akan membicarakan permintaan Turki.
Sekjen Rasmussen menyampaikan pada bahwa menempatkan Patriot akan menambah kemampuan pertahanan udara Turki untuk mempertahankan wilayah dan penduduknya.
Komentar Sekjen Rasmussen disampaikan setelah Menlu Rusia menyatakan langkah itu bisa memicu konflik regional, penempatan Patriot di Turki akan menggoda Ankara menggunakan senjata dan menimbulkan bersenjata dimana NATO akan terlibat. Menlu Lavrov menekankan bahwa tidak ada pihak ingin melihat NATO terjebak dalam krisis Suriah, tapi semakin banyak senjata, maka akan semakin besar kemungkinan senjata itu digunakan. (aso/PressTV | Foto Ilustrasi: MIM 104 Patriot oleh Darkone)









