maiwanews – Rusia mengecam pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) oleh Amerika Serikat (AS). Dalam presentasi laporan di majelis rendah parlemen, kementerian luar negeri Rusia mengritisi standar ganda Amerika terkait masalah HAM.
Pihak Kemenlu Rusia mengatakan situasi di AS jauh dari kondisi ideal sebagaimana dinyatakan oleh Washington. Tuntutan Washington untuk menjadi pemimpin dalam membela hak asasi manusia dan nilai-nilai demokrasi tidak dibenarkan, terutama dengan mempertimbangkan fakta bahwa situasi di domain ini di Amerika Serikat masih jauh menggembirakan. Demikian disampikan utusan Kemenlu Rusia untuk HAM, Konstantin Dolgov, kepada anggota parlemen.
Tak lama setelah pelantikannya pada Januari 2009, Presiden AS Barack Obama menandatangani perintah resmi untuk menutup fasilitas dalam waktu satu tahun, menggambarkan sebagai bab menyedihkan dalam sejarah Amerika.
Rusia juga menuduh Amerika menggunakan hak asasi manusia sebagai dalih untuk campur tangan dalam urusan internal negara-negara lain di seluruh dunia. Pihak berwenang Rusia dikatakan harus melawan kebijakan Amerika. Kebijakan itu mengarah pada penggunaan konsep hak-hak azasi sebagai alat tekanan dan sebagai dasar untuk intervensi dalam urusan internal pemerintah berdaulat.
Hubungan antara Rusia dan AS memburuk selama beberapa bulan terakhir. Pada 30 Agustus, kandidat presiden AS dari partai Republik, Mitt Romney, menyebut Rusia sebagai musuh geopolitik nomor satu Amerika. (aso/PressTV)
Munafri-Aliyah Hadiri Peringatan Hari Buruh di Makassar
Presiden dan Kepala BPI Danantara Bahas Investasi Strategis
Perundingan Dagang, Indonesia Tawarkan Solusi Saling Menguntungkan ke Amerika Serikat
Operasi SAR Sisir Daratan dalam Pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun
AS-Rusia Bahas Upaya Perdamaian di Ukraina









