
maiwanews – Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan gencatan senjata sementara di Ukraina hingga orang-orang dapat meninggalkan kota terkepung itu. Militer Rusia diperintahkan menghentikan serangan pada hari Sabtu pukul 10 pagi waktu setempat.
Gencatan senjata memberi kesempatan bagi penduduk meninggalkan Kota Mariupol. Kota pelabuhan ini dikelilingi Laut Azov, sekitar 110 km (68 mil) dari Donetsk. Rusia mengklaim kota itu sebagai bagian dari Republik Rakyat Donetsk (DPR). Namun, telah dikendalikan oleh Ukraina sejak 2014.
Kemenhan (Kementerian Pertahanan) Rusia menambahkan, telah didirikan koridor kemanusiaan untuk kota terdekat, Volnovakha. Selama ini kota tersebut juga berada di bawah kendali Ukraina.
Moskow mengatakan, telah ada kesepakatan dengan Ukraina megnenai jalur aman untuk evakuasi. Rusia dan Ukraina bertemu untuk putaran kedua pembicaraan damai di Belarus pada hari Kamis.
Walikota Mariupol Vadim Boychenko dalam pernyataannya menyebutkan, gencatan senjata akan memungkinkan dimulainya pekerjaan pemulihan pasokan listrik dan air, serta layanan telepon seluler. Pejabat setempat juga akan berusaha mengirimkan makanan dan kotak P3K.
Mikhail Podolyak, anggota tim negosiasi Ukraina, mengkonfirmasi sebelumnya bahwa kedua belah pihak telah berbicara tentang kemungkinan penghentian sementara permusuhan agar warga sipil dapat mengungsi.
Rusia meluncurkan operasi militer di Ukraina pekan lalu, dengan alasan bahwa mereka membela Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Lugansk (LPR). Keduanya memisahkan diri dari Ukraina tak lama setelah kudeta 2014 di Kiev.
Moskow mengklaim, operasi militernya adalah untuk demiliterisasi dan denazifikasi terhadap Ukraina. Sementara itu, Ukraina mengatakan serangan itu sepenuhnya tidak beralasan dan telah meminta bantuan masyarakat internasional. (hiu)
Presiden dan Kepala BPI Danantara Bahas Investasi Strategis
Prabowo Tegaskan Komitmen Penguatan Kemitraan Indonesia–Thailand
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
Prabowo Terima Albanese, Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia
Prabowo Terima Sambutan Kehormatan dari Sultan Brunei di Istana Nurul Iman









