Makassar – Said Agil Siradj akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum Pengusrus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menggantikan KH Hasyim Muzadi setelah mengungguli Slamet Effendy Yusuf dalam voting Muktamar NU di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 27 Maret 2010.
Dua calon yang berhak maju pada pemilihan tahap kedua adalah Said Agil Siradj dan Slamet Effendy Yusuf setelah keduanya unggul terhadap 10 calon Ketua Umum lainnya pada pemilihan tahap pertama.
Berdasarkan aturan pemilihan Muktamar, bakal calon yang berhak maju sebagai calon Ketua Umum NU tahap kedua, minimal harus mampu mengumpulkan 99 suara pada pemilihan tahap pertama.
Hasil perjaringan calon pada pemilihan tahap pertama adalah, Said Agil memperoleh 178 suara, Slamer Effendy 158 suara, Salahuddin Wahid 83 suara, Ahmad Bagja 34 suara, Ulil Absar 22 suara, Ali Machsan 8 suara, Abdul Azis 7 suara, Masdar Mashudi 6 suara, Hasyim Muzadi 6 suara, dan Hasan Mutawaqqil 1 suara.
Dengan hasil voting tersebut, Said Agil Siradj berhak maju mendapingi KH Sahal Mahfudz yang memimpin NU. Sebelumnya, Sahal Mahfudz terpilih secara aklamasi sebagai Rais Aam setelah KH Hasyi Muzadi menyatakan mundur dari pemilihan.
Muktamar NU yang diikuti lebih dari 5. 000 muktamirin dari seluruh Indonesia dan beberapa dari luar negeri yang sedianya ditutup Wapres Boediono, akhirnya ditutup oleh Kh Sahal Mahfudz.
.









