maiwanews – Calon presiden dari Partai Republik, Mitt Romney, akan berkunjung ke Israel musim panas akhir Juli ini. Kunjungan itu merupakan upaya untuk meraih suara komunitas dan donatur Yahudi. Komunitas dan donatur Yahudi secara tradisional mendukung Partai Demokrat dan banyak mendukung Obama dalam pemilu 2008. Upaya meraih simpati pemilih Yahudi dilakukan setelah melancarkan upaya untuk meraih suara komunitas Hispanik.
Mitt Romney juga menyerang Presiden Barack Obama dengan menuding Obama membahayakan hubungan Amerika dan Israel, karena mendesak Israel untuk membuat konsesi dengan Palestina. Presiden Obama memang menimbulkan kemarahan Israel setahun lalu ketika ia memenuhi harapan warga Palestina sejak lama, yaitu agar garis perbatasan Tepi Barat dan Jalur Gaza sekarang disesuaikan dengan garis perbatasan sebelum perang tahun 1967, ketika Israel merebut kedua wilayah itu dan Yerusalem Timur. Pemimpin sayap kanan Israel juga telah ditekan untuk tidak mengambil tindakan militer sepihak atas fasilitas-fasilitas nuklir Iran.
Menjelang pemilu tahun 2008 lalu, Barack Obama dan calon presiden dari Partai Republik John McCain juga menyempatkan diri berkunjung ke Israel. Beberapa hasil diskusi mereka dengan para pejabat Israel kala itu menjadi bahan perdebatan pemilu presiden 2008. Selain ke Israel, Obama juga mengunjungi Yordania dan wilayah Palestina. Ketika itu Presiden Obama berjanji untuk bekerja untuk mencari beberapa terobosan dalam hubungan Palestina-Israel.
Meskipun Presiden Barack Obama meraih 70 persen suara pemilih Yahudi pada tahun 2008, namun menurut beberapa jajak pendapat tim kampanye Mitt Romney melihat celah untuk merebut suara tersebut, karena kekecewaan komunitas Yahudi atas kemunduran dalam beberapa kebijakan tentang Israel. Mitt Romney juga memiliki hubungan dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena pernah bekerjasama dalam Kelompok Konsultasi Boston dalam pertengahan tahun 1970-an. (aso/VoA | Gambar Ilustrasi: lumaxart/Scott Maxwell)









