SBY Jumpa Pers, Pejabat (Baru) Berbondong-Bondong ke RS Koja

SBY 2Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) memberi respon atas kejadian kerusuhan pagi hingga sore di Makam Mbah Priok Rabu. Pada pukul 23.00 tengah malam, presiden SBY mengadakan jumpa pers di kantor Presiden, Jakarta, Rabu 14 April 2010.

Dalam pidatonya, SBY menyampaikan prihatin dan penyesalan atas kejadian yang mengakibatkan jatuh korban luka 130 orang baik luka ringan maupun berat serta dua orang satpol PP meninggal dunia. SBY juga meminta agar pemerintah terutama Pemda DKI Jakarta menanggung biaya pengobatan seluruh korban yang jatuh. 

SBY menghimbau untuk kesekian kalinya kepada aparat terutama Satpol PP agar dalam melakukan tugas penertiban tetap memperhatikan faktor sosiologi dan psikologi masyarakat. Yang menurut SBY, meskipun tindakan penertiban itu benar menurut hukum dan didasari dengan niat yang baik, namun belum tentu tepat untuk dilaksanakan penertiban itu.

Presiden mengatakan, seharusnya begitu melihat situasi di lapangan yang tidak memungkinkan, pembebasan lahan tidak perlu dilaksanakan. Meskipun tindakan itu secara hukum benar.

“Bagi kota dan kabupaten di seluruh Tanah Air untuk memilih pendekatan dan cara-cara yang baik dalam melakukan tindakan penertiban, meskipun secara hukum benar,” kata Presiden Yudhoyono.

Pada kesempatan itu, SBY juga memerintahkan Pemda DKI untuk menghentikan upaya pembongkaran Makam Mbah Priok yang akhirnya memicu kerusuan, tempat tersebut diperintahkan agar dijadikan status quo.

Saat Presiden SBY melakukan jumpa pers, dalam waktu yang hampir bersamaan, sejumlah pejabat teras berbondong-bondong mengunjungi lokasi kerusuhan. Tujuan utama rombongan tersebut adalah RS Koja, tempat para korban dirawat.

Rombongan yang tersebut terdiri dari Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menkokesra Agung Laksono, Mendagri Gawawan Fauzi, dan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri. Di samping itu, turut hadir juga Kapolda Metro jaya Irjen Pol Wahyono dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto itu, tidak menemui massa yang masih melakukan pembakaran mobil Satpol PP di depan RS Koja.

Padahal saat kendali kekuatan masih dipegang oleh aparat yang terdiri dari Satpol PP dan Polri pagi dan siang hari, Rabu, 14 April 2010, tidak satupun pejabat pemegang kendali yang berada di lokasi makam. Beberapa anggota DPRD DKI dan wakil walikota Jakarta Utara yang ada saat itu, anjurannya menghentikan penyerangan sama sekali tidak digubris Komandan Satpol PP Haryanto Bajuri yang memimpin penggusuran.

BERITA LAINNYA

.