maiwanews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar anggaran alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dan non Alutsista TNI tidak digelembungkan (mark-up). SBY berjanji tingkatkan anggaran TNI, termasuk Alutsista.
Hal tersebut disampaikan Presiden SBY saat menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat 21 Januari 2011.
“Anggaran untuk saudara terus kita tingkatkan dari tahun ke tahun. Hentikan praktek-praktek penggelembungan biaya atau mark-up dalam pengadaan alutsista maupun non alutsista,” kata Presiden SBY.
Dikatakan SBY, dirinya berharap agar anggaran untuk TNI bisa ditingkatkan seara optimal dan dipastikan tepat sasaran. Menurutnya, apabila ada kasus terkait penggelembungan biaya tersebut yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi, maka SBY akan menyerahkannya ke BPKP, BPK, dan KPK.
SBY juga meminta jika ada hal-hal yang harus dibeli dalam anggaran ini, maka ia meminta agar mengutamakan untuk membeli produksi dalam negeri. Dikatakannya, jangan sampai ada pihak luar yang justru mengendalikan pembelian Alutsista.
SBY juga tak lupa mengatkan TNI agar konsisten. “Jangan sampai pejabat baru rencananya bubar. Ada rekan menawarkan sistem A, berubah apa yang sudah kita susun. Saudara yang mengontrol bukan dikontrol,” kata SBY.
Danlantamal VI kenalkan alutsista AL ke santri Madinah
Pjs Wali Kota Makassar Resmikan Pameran Arsip Kota Makassar
Kota Makassar Raih Penghargaan Implementasi KTR
Pj Sekda Kota Makassar Diskusi Peningkatan Tata Kelola Keuangan Dengan Asian Development Bank
Lantamal VI Makassar gelar Lomba Mewarnai Alutsista, Dalam Rangka Hardikal Ke-78 Tahun 2024









