Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Satgas Pemberantasan Mafia Hukum fokus mengungkap praktik mafia hukum yang dilakukan para penegak keadilan yang biasa membengkok-bengkokan perkara.
Hal tersebut dikatakan Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Kuntoro Mangkusubroto dalam keterangannya kepada wartawan seusai diterima SBY, di Kantor Presiden, Selasa siang 6 April 2010.
“Beliau meminta kepada Satgas tetap fokus untuk pengungkapan mafia-mafia hukum. Beliau secara spesifik menyebutkan bahwa mafia-mafia hukum ini adalah para penegak keadilan yang bisa membengkok-bengkokan perkara sedemikian rupa sehingga yang bersalah menjadi tidak bersalah atau dikurangi hukuman, sedangkan yang tidak bersalah bisa menjadi bersalah,” kata Kuntoro.
Selain itu, menurut Kuntoro lagi, Presiden SBY juga mengharapkan Satgas dapat menemukan lagi kasus mafia hukum dengan kategori big fish (kasus yang lebih besar).
Harapan SBY tentang penemuan big fish tersebut nampaknya tidak lama lagi akan terwujud, mengingat begitu banyak informasi tentang adanya kasus-kasus yang lebih besar dari kasus Gayus.
Seperti yang sebelumnya diberitakan bahwa PPATK telah melaporkan ke Kepolisian dan Kejaksaan Agung April tahun lalu tentang temuan rekening milik mantan pegawai pajak yang nilainya lebih banyak dari yang dimiliki Gayus.
Ketua MK Mahfud MD juga menyampaikan akan ada pengungkapan kasus korupsi yang jauh lebih besar. Menurutnya, kasus tersebut bukan kasus pajak, dan jika jika itu diungkap, maka akan menimbulkan kehebohan yang luar biasa.
Serta jauh sebelum itu, Sang “Wistle Blower” Susno Duadji mengatakan bahwa kasus Gayus adalah kasus kecil, masih ada kasus lain yang lebih besar, baik nilainya maupun pejabat yang terkait.
.









