maiwanews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri akan dilengkapi telepon genggam atau HP.
Hal itu dimaksudkan agar para TKI itu dapat segera melapor atau melakukan komunikasi secara cepat dengan pihak konsulat jenderal atau Kedutaan Besar RI setempat ketika mendapatkan masalah di tempat kerjanya masing-masing.
Presiden mengakui, selama ini pemerintah sering terlambat merespons para TKI yang mendapatkan masalah karena ketertutupan informasi. Menurutnya, di telepon genggam itu nantinya akan ada nomor telepon konsulat jenderal, dan nomor darurat lainnya.
“Paling tidak, para tenaga kerja dibekali alat komunikasi sehingga mereka bisa berkomunikasi secara instan. Setelah itu, sistem langsung bekerja,” kata Presiden saat rapat terbatas yang membahas soal TKI di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 19ovember 2010.
Turut hadir pada pertemuan tersebut antara lain Wakil Presiden Boediono, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kikim Komalasari bt. Uko Marta diduga dibunuh oleh majikannya di Abha pada H-3 Idul Adha. Informasi dari Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan menyebutkan, Wanita kelahiran Cianjur pada 9 Mei 1974 itu diberangkatkan ke Arab Saudi pada Juli 2009 tersebut dibunuh dengan cara digorok dan jasadnya dibuang ke tempat sampah.
Penanganan kasus terbunuhnya TKI tersebut sedikit terlambat karena menurut Menteri Luarnegeri Indonesia, Marty Natalegawa, sempat dalam beberapa waktu, tewasnya Kikim tak kunjung disampaikan ke KJRI di Arab Saudi.









