maiwanews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara mendadak memanggil Wapres Boediono dan semua Menteri Koordinator (Menko) ke Puri Cikeas, Minggu (16/1/2011) sekitar pukul 21.00 WIB. Namun diperoleh kabar lain, pertemuan dengan SBY itu dilakukan di Istana.
Selain Menko Polhukam, Menko Perekonomian dan Menke Kesra, sejumlah menteri juga dipanggil diantaranya, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Jaksa Agung Basrief Arief, serta Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
Selain membahas rencana rapat terbatas soal Gayus HP Tambunan dan masalah-masalah hukum lainnya, diperoleh kabar, pertemuan itu membicarakan rencana pertemuan dengan para tokoh agama yang diperluas Senin (17/1/2011).
Seperti diberitakan, Presiden SBY mengundang sejumlah tokoh agama ke Istana Negara, Senin 17 Januari 2010. Di antara tokoh yang diundang adalah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif dan Ketua Perhimpunan Gereja Indonesia, Andreas Yewangoe.
Undangan kepada tokoh lintas agama itu diduga terkait dengan pernyataan para tokoh itu soal kebohongan pemerintah saat ini. Pemerintah spontan merespon pernyataan itu, Djoko Suyanto, Hatta Rajasa dan Fadel Muhammad langsung bereaksi keras dan menunjukkan kemarahan atas pernyataan itu.
Seelumnya, pada Senin 10 Januari 2011 lalu, sejumlah LSM dan tokoh lintas agama, yakni Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr Martinus Situmorang, Andreas Yewangoe, Buya Syafii Maarif, Franz Magnis Suseno, KH Salahuddin Wahid, dan Biku Sri Pannyavaro, berkumpul di gedung dakwah PP Muhammadiyah.
Mereka membuat pernyataan sikap dan mengkritik keras pemerintah yang dianggap telah melakukan banyak kebohongan publik. Pernyataan itu berisi 9 kebohongan lama pemerintah dan sembilan kebohongan baru.
Bukan hanya itu, mereka mencanangkan tahun 2011 ini sebagai tahun perlawanan terhadap kebohongan dan pengkhianatan.









