maiwanews – Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan pembukaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2013 atau yang biasa disebut Jakarta Fair di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 10 Juni 2013.
Didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), dan Komisaris Utama PT Jakarta International Expo, Murdaya Poo, SBY membuka PRJ yang ke-46 ini dengan menekan tombol sirine.
Seiring dengan bunyi sirine tanda PRJ dibuka secara remsi, sejumlah kembang api yang sebelumnya disipakan panitia meluncur ke udara tepat dia atas gedung pusat niaga JIExpo, menambah kemeriahan PRJ yang pada tanggal 6 Juni lalu sudah dilakukan soft lauching.
Sebelum dilakukan peresmian oleh SBY, Murdaya Poo yang juga bertindak atas nama Ketua Panitia Jakarta Fair 2013 menyampaikan laporan penyelenggaraan Jakarta Fair 2013.
Lalu disusul dengan sambutan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Dengan pidato yang sangat singkat, Jokowi di akhir pidatonya meminta presiden SBY membuka secara remi PRJ 2013.
Jakarta Fair diselenggarakan oleh PT JIExpo bersama pemerintah provinsi DKI Jakarta. Acara tahunan yang diselenggarakan dalam rangka merayakan HUT Jakarta ke-486 tersebut, akan berlangsung selama 32 hari yakni hingga 7 Juli 2013.
Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir di acara ini antara lain, Wakil Ketua MPR Farhan Hamid, Mensesneg Sudi Silalahi, Panglima TNI Agus Suhartono, dan Kapolri Timur Pradopo. Selain itu sejumlah perwakilan negara sahabat juga turut hadir.
Untuk diketahui, harga tiket masuk (HTM) ke PRJ 2013 Rp 25 ribu unuk hari biasa dan Rp 30 ribu pada hari libur. Pengunjung berusia 60 tahun ke atas, anggota TNI/Polri, dan anak dengan tinggi kurang 1 meter tidak dikenakan biaya masuk alias gratis.
Besarya biaya masuk dikeluhkan sebagian warga. Bahkan Jokowi dan Ahok berkali kali berkomentar keras akan hal ini. Apalagi pengunjung masih dibebani biaya parkir sebesar Rp 10 ribu untuk sepeda motor dan Rp 20 ribu untuk mobil.
Sebelum acara pembukaan, Jokowi menyempatkan diri bekeliling mengunjungi pedagang kerak telor yang ada di luar area PRJ. Dalam kunjungan itu Jokowi memborong kerak telor para pedagang, namun Jokowi kaget mereka masih dibebani baiaya masing-masing Rp 400 ribu selama sebulan.









