
maiwanewes, Ngawi – Selama musim kemarau bagi Perhutani selalu membuat pusing tujuh keliling apabila banyak diwilayahnya sedang terjadi kebakaran. Seperti yang terjadi wilayah KPH Ngawi. Penyebabnya karena kondisi SDM yang telah disiapkan tidak sebanding dengan jumlah lokasi hutan yang terbakar.
“Selama kebakaran itu terjadi di areal tanaman lebih dari KU II kita sedikit lega karena tidak merusak tanaman jatinya. Tapi bila hutan tanaman muda kita pasti puyeng dibuatnya. Sudah pasti kerugian kita besar,” ungkap Joko Siwantoro, MM, Adm/KKPH Ngawi akhir pekan lalu.
Diungkapkan Joko, tahun ini banyak pohon di sejumlah kawasan hutan mulai mengalami
kebakaran. Kejadian ini sering dipicu oleh faktor human eror seperti membuang putung rokok, dibakar secara sengaja, kebiasaan sikap masyarakat setempat atau mitos kepercayaan untuk percepat terjadi hujan setempat.
“Dengan keterbatasan Sumber Daya Manusia yang ada dan perbandingannya menurut peta Fungsi Hutan KPH Ngawi, yang memiliki keluasan mencapai 45.907,10 Ha,dan semua masuk Kelas Perusahaan Jati, oleh sebab itu kita mengalami kesulitan memadamkan beberapa area kebakaran apabila terjadi di dua wilayah yang berjauhan dan secara bersamaan. Sedangkan personil yang kita siapkan hanya 210 orang,” terang Joko Siswantoro.
Sementara Wakil Adm Ngawi Tengah, Maman Herman, Shut menyampaikan bahwa untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan diwilayah kerja menejemen Perum Parhutani KPH setempat telah membentuk Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran (Satgasdalkar).
Pembentukan satuan ini, menurut Maman, sekaligus penyampaian tugas masing-masing yang langsung dia berikan saat pelaunchingan agenda ini di acara Apel Siaga Kebakaran Hutan Perum Perhutani KPH Ngawi. (lea)
Danlantamal VI Tinjau Kesiapan Personel Gabungan Pengamanan Hari May Day
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran di Glodok Plaza
Para Pemimpin MIKTA Bertemu di Brasil
Olena Zelenska: Menunda Keputusan, Merenggut Nyawa
Pemilu AS, Jelang Hari Pemilihan, Harris dan Trump Bertarung di 7 Negara Bagian Kunci









