Mantan anggota parlemen Jerman Norman Paech sebagaimana dikutip PressTV mengatakan, setiap usaha Israel untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran akan berakibat pada berakhirnya rezim Tel Aviv.
Perang melawan Iran akan berbeda dengan perang Israel di Gaza, tulis Norman Paech pada sebuah harian berbasis di Jerman, Jung Welt. Paech mengatakan, dalam sebuah studi yang dirilis pada 12 Februari 2009, CIA memprediksi jika Israel tetap melanjutkan kebijakan perangnya di Timur Tengah, ia akan mengalami kehancuran dalam 20 tahun.
Mengacu pada pernyataan Menteri Pertahanan AS Leon Panetta baru-baru ini, ia mengatakan bahwa Israel menjadi semakin terisolasi di Timur Tengah, Paech mengatakan Washington sedang menghadapi dilema berkaitan dengan Tel Aviv. Menurut Paech, di satu sisi AS ingin menyelamatkan rezim Israel, sementara di sisi lain mereka ingin menghilangkan pemerintah Iran yang mampu berkembang meskipun mendapat sanksi oleh Washington.
Paech menambahkan bahwa Iran tetap menjadi benteng anti-Amerika terakhir di Timur Tengah.
Terkait sanksi AS, anggota parlemen Iran, Hossein Ebrahimi, beberapa waktu lalu mengancam akan menutup Selat Hormuz dan melarang negara lain melewati selat yang merupakan salah satu jalur penting dalam perdagangan minyak. Namun hal itu dibantah Kementerian Luar Negeri Iran.
Iran juga dikabarkan bersiap melakukan latihan perang di Teluk Persia sebagai antisipasi terhadap serangan militer Israel. Laksamana Amir Habibollah Sayari mengatakan latihan akan diawali di Laut Oman, dekat Selat Hormuz.
Posted with WP for BlackBerry.
Gubernur Sulsel Tinjau Pengerjaan Jalan Hertasning
Presiden Serahkan Alutsista ke TNI, Perkuat Pertahanan Udara
76 Personel Gabungan Cari Korban Banjir Bandang di Pegunungan Arfak
Prabowo dan Hun Sen Bahas Perdamaian Kawasan di Istana Merdeka
Semangat Kartini, Aliyah Mustika Ilham Serukan Perempuan Jadi Penggerak Perubahan









