Jakarta – Sekitar seribu lebih guru swasta yang tergabung dalam Persatuan Gru Honorer Indonesia (PGHI), Rabu 24 Februari 2010 mendatangi gedung DPR RI untuk menyampaikan tuntutan pengangkatan menjadi guru tetap.
Mereka menggelar demo di depan gedung DPR Jl. Gatot Subroto, namun karena antisipasi aparat kepolisian yang sebelumnya telah berjaga di gedung rakyat itu, orasi yang disampaikan para “pahlawan tanpa tanda jasa” di depan gerbang DPR sejak pagi hari tidak menyebabkan kemacetan yang berarti baik di jalan tol maupun arteri.
Para demontran yang datang dari berbagai daerah seluruh Indonesia itu menyampaikan berbagai tuntutan, termasuk penghapusan diskriminasi waktu pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil, menurut Kholik, salah seorang guru dari Cirebon yang datang dengan dua buah bus, menyatakan ada guru honoren swasta yang sudah puluhan tahun tapi belum juga terangkat menjadi PNS.
Dalam tuntutannya, mereka juga mendesak DPR agar segera mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) pengangkatan guru honoren menjadi Peraturan Pemerintah.
Di depan pintu gerbang, sebagaimana aksi – aksi lain yang marak selama ini, para demontran itu juga melakukan aksi teatrikal yang membawa tema tentang penderitaan ekonomi para guru honorer yang hanya menerima Rp. 200 hingga Rp. 300 ribu setiap bulan.
Di tengah aksi, melalui seleksi ketat dengan wajib memperlihatkan kartu identitas, 50 orang perwakilan para “Umar Bakri” diterima oleh Komisi X DPR RI untuk menyampaikan tuntutan secara resmi.









