Setelah Ancaman Resuffle, Golkar “Disentil” Soal Pajak

Jakarta – Perdebatan tentang ancaman resuffle yang membuat geger partai – partai koalisi belum juga reda. Issu resuffle yang pertamakali dilontarkan oleh Sekjen Amir Syamsuddin dan Wakil Ketua Umum Ahmad Mubarok Partai Demokrat, membuat geram anggota koalisi, PKS dan Golkar.

Tak ayal lontaran kalimat – kalimat panas meluncur dari kedua kubu partai yang turut menyalahkan kebijakan bailout Cantury itu, hingga membuat suasana politik tanah air yang memang sudah panas semakin panas.

Oleh karena itu, beberapa petinggi PD sedemikian rupa terpaksa berusaha mendinginkan suasana. Suasana panas memang sedikit mendingin, namun belum juga dingin benar, tiba – tiba muncul soal pelanggaran pajak.

Tidak tanggung – tanggung, “tembakan” soal pajak itu diucapkan sendiri oleh Presiden SBY ketika berpidato dalam Rapim Polri dengan menyampaikan perintah kepada Polri untuk segera mengusut para pelanggar pajak.

Alhasil, Aburizal Bakri yang diduga jadi sasaran tembak pajak tersebut bereaksi dengan mengadakan pertemuan dengan tiga menteri Kabinet Inonesia Bersatu jilid dua bersama pimpinan Golkar.

Dalam pertemuan itu, Ical, panggilan akrab ketua Umum DPP Golkar, mengeluarkan statement bahwa Golkar tidak takut dengan ancaman, dan memerintahkan kepada Fraksi Golkar di Pansus Century untuk tetap pada posisi membela kebenaran terkait skandal Century.

Tembakan – tembakan atau serangan – serangan PD terhadap mitra koalisi nampaknya akan selalu ada yang mengejutkan di hari – hari ke depan, terutama menjelang pandangan akhir saat berakhirnya masa kerja Pansus awal maret 2010.

Apalagi, dua partai yakni PAN dan PPP yang dipastikan sebelumnya akan menyampaikan pandangan sementara Pansus akan berada satu baris dengan PD dan PKB, ternyata justru turut menyampaikan beberapa indikasi pelanggaran hukum dalam proses bailout Century.