maiwanews – Entah bagaimana model koordinasi yang digunakan Agung Laksono dalam menentukan nama-nama yang akan membatunya melaksanakan Munas Partai Golkar tandingan.
Ketika baru saja membentuk presidium penyelamat Partai Golkar, Agung Laksosno langsung menunjuk Prof. Muladi sebagai Ketua Munas Golkar tandingan namun Muladi langsung menolak.
Setelah itu, Mantan Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Yorrys Raweyai yang ditunjuk sebagai Ketua Munas Golkar tandingan oleh Agung Laksono, juga menolak sama seperti Muladi.
“Saya sudah minta nama saya dicabut (sebagai ketua pelaksana Munas 2015) karena tanpa pemberitahuan,” kata Yorrys, di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Angrek Neli, Slipi Jakarta, Rabu (26/11/2014).
Bukan hanya minta namanya dicabut sebagai Ketua Munas Golkar tandingan, Yorrys juga meminta namanya dicabut sebagai presidium Partai Golkar yang dibentuk Agung Cs.
Yorrys menjelaskan, yang diinginkan dirinya adalah pengukuhan tim penyelamat Partai Golkar bukan presidium.
14 Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Takaran Minyakita
Penutup Kunjungan Kerja Kecamatan, Pjs Wali Kota Makassar Tanam Pohon di Kecamatan Manggala
Cetak Sejarah Baru, Pemkot Makassar Berhasil Raih Juara 1 Lomba Kelurahan Terpadu Tingkat Nasional
Pemkot Dan Kadin Surabaya Ber Kolaborasi Buka Peluang Investasi Pengembangan Eks THR-TRS









