Siap Jatuhkan Sanksi, Uni Eropa akan Larang Impor Batu Bara Rusia

20220408-pemukiman-pertambangan-batu-bara-rusia-di-pyramiden-norwegia-8jul2019
Permukiman pertambangan batubara Rusia Pyramiden di pulau Svalbard Norwegia (sekitar 1300 km selatan dari Kutub Utara). Swedia mendirikan Pyramiden pada tahun 1910 dan menjualnya ke Uni Soviet pada tahun 1927. Pemukiman ditutup pada tahun 1998. 8 Juli 2019.

maiwanews – Uni Eropa siap jatuhkan sanksi pertama di bidang industri energi vital dengan melarang impor batu bara Rusia. Kebijakan ini terkait keputusan Moskow mengirim pasukan menyerang Ukraina.

Sanksi tidak berlaku untuk minyak dan agas alam. Ke-27 negara gagal mencapai kesepakatan untuk melakukan embargo pada kedua sumber daya energi itu.

Larangan impor batu bara dari Rusia diperkirakan disetujui pekan ini. Paket sanksi baru ini diperkirakan akan menyebabkan kerugian bagi Rusia hingga kurang lebih 4 miliar euro ($4,4 miliar) atau sekitar 62,4 triliun rupiah per tahun. Demikian disampaikan komisi eksekutif UE (Uni Eropa) seperti dikutip VOA hari Jumat (08/04/2022).

Pengamat energi dan importir batu bara mengatakan, pasokan batu bara Rusia ke Eropa dapat digantikan dalam beberapa bulan. Batu bara pengganti bisa didapat dari negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Mengalihkan impor dari Rusia ke negara lain dinilai penting untuk membuktikan bahwa Uni Eropa tidak merugi oleh pemutusan pasokan energi dari Rusia. Kebijakan tersebut diperkirakan akan memicu inflasi, namun dibanding gas alam dan minyak, batu bara sejauh ini paling mudah untuk diputus pasokannya dengan tingkat kerugian jauh lebih sedikit pada dana perang Presiden Rusia Vladimir Putin dan ekonomi Eropa.

Selama ini, Uni Eropa membayar 20 juta dolar per hari untuk batu Bara Rusia, sementara untuk minyak dan gas mencapai 850 juta dolar per hari. (hiu)