
maiwanews – Uni Eropa siap jatuhkan sanksi pertama di bidang industri energi vital dengan melarang impor batu bara Rusia. Kebijakan ini terkait keputusan Moskow mengirim pasukan menyerang Ukraina.
Sanksi tidak berlaku untuk minyak dan agas alam. Ke-27 negara gagal mencapai kesepakatan untuk melakukan embargo pada kedua sumber daya energi itu.
Larangan impor batu bara dari Rusia diperkirakan disetujui pekan ini. Paket sanksi baru ini diperkirakan akan menyebabkan kerugian bagi Rusia hingga kurang lebih 4 miliar euro ($4,4 miliar) atau sekitar 62,4 triliun rupiah per tahun. Demikian disampaikan komisi eksekutif UE (Uni Eropa) seperti dikutip VOA hari Jumat (08/04/2022).
Pengamat energi dan importir batu bara mengatakan, pasokan batu bara Rusia ke Eropa dapat digantikan dalam beberapa bulan. Batu bara pengganti bisa didapat dari negara lain, termasuk Amerika Serikat.
Mengalihkan impor dari Rusia ke negara lain dinilai penting untuk membuktikan bahwa Uni Eropa tidak merugi oleh pemutusan pasokan energi dari Rusia. Kebijakan tersebut diperkirakan akan memicu inflasi, namun dibanding gas alam dan minyak, batu bara sejauh ini paling mudah untuk diputus pasokannya dengan tingkat kerugian jauh lebih sedikit pada dana perang Presiden Rusia Vladimir Putin dan ekonomi Eropa.
Selama ini, Uni Eropa membayar 20 juta dolar per hari untuk batu Bara Rusia, sementara untuk minyak dan gas mencapai 850 juta dolar per hari. (hiu)
?Wali Kota Makassar Pastikan Seleksi Sekda Berjalan Transparan dan Profesional?
Trump Terbitkan Perintah Eksklusif Terkait Tarif Impor ke AS
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar
Prabowo Subianto Sambut Kedatangan Presiden Erdogan di Bandara Halim
Ucapkan Selamat Natal, Kapolri Serukan Persatuan dan Kesatuan









