Situasi Sepi Saat Ramadhan PSK Ramai-ramai Mudik

BOJONEGORO – Meski puasa baru berjalan sehari, puluhan pekerja seks komirsial (PSK) di lokalisasi Kalisari, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro sudah mulai pulang kampung.

Meski begitu, Satpol PP tetap saja mewaspadai lokalisasi terbesar di Bojonegoro itu. Satpol PP khawatir para PKS itu hanya mudik sehari dua hari saja, dan setelah itu kembali beroperasi.

“Sudah tidak ada penghuninya mas, sudah mudik semua. Tapi, Satpol PP masih tetap keliling di Kalisari,” tutur Suwondo, Ketua RT 02, Kalisari, Banjarsari, Rabu (18/08/2010).

Ditambahkan Suwondo, Kalisari sejak setahun terakhir ini kejayaannya semakin pudar. Penghuninya sudah tidak sebanyak beberapa tahu lalu.

“Data terakhir sekarang tinggal sekitar 25 wanita di Kalisari. Padahal, akhir 2009 lebih dari 50 wanita yang saben malam meramaikan dunia esek-esek di Kalisari,” tutur Wondo.

Di lokalisasi yang berjarak 3 km dari pusat kota Bojonegoro itu, di dalam wisam memang ada satu dua wanita yang masih tinggal.

Namun, mereka sudah diperingatkan agar dalam bulan ramadan ini tidak lagi buka praktik melayani lelaki hidung belang. “Kami warga Banjasari sepakat, pada bulan puasa ini harus bebas dari bisnis sek, kalau ketahuan ada yang melayani tamu akan kami usir,” tambah Wondo.

Sementara itu di wilayah perbatasan Bojonegoro-Tuban, lokalisasi Gabluk, yang masuk wilayah Parengan, Tuban juga sepi. Lokasisasi yang hanya berjarak sekitar 2 km dari lokalisasi Kalisari itu setiap malamnya tidak pernah sepi dari pengunjung. Namun, dua hari sebelum puasa penghuninya sudah mulai pulang kampung. Warung kopi remang-remang di sepanjang jalan juga sudah banyak yang tutup.

Alasan kepulangan wanita penjaja cinta sesaat di lokalisasi itu, selain takut dirazia Satpol PP mereka juga ingin menghurmati bulan puasa.

“Setiap malam kami selalu bergelimang dosa mas, biarlan selama bulan puasa ini kami tidak berkerja saja,” ujar Tini, salah satu penghuni wisma di Kalisari.

Kepala Satuan Polisi Pamongpraja Bojonegoro, Kamidin mengatakan, operasi akan digelar minimal satu pekan sekali dalam bulan Ramadan ini. Sasaran, yaitu Hotel dan café, juga lokalisasi. Khusus hotel ygn ada di Kota Bojonegoro, memang kerap ditemukan pasangan yang berbuat mesum.

“Karena tidak ada surat pernikahan,” tegasnya.

Ditambahkan, operasi minuman keras, petasan dan sejenisnya juga tetap akan digelar secara rutin, sehingga, umat islam yang menunaikan ibadah ramadan tidak terganggu dan merasa nyaman.